Nagari Sijunjung
Nagari Sijunjung adalah salah satu nagari di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia. Nagari sijunjung ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan masyarakat Minangkabau
"nagari badiri jo sejarah nyo, nagari lah sudah jo ranjinyo, nagari di tungkuih jo buatan"
Proses mendirikan nagari
1. Taratak
2. Dusun
3. Koto
4. Nagari
Syarat mendirikan nagari
1. Basosok bajarami bapandam bapakuburan
2. Basawah baladang
3. Barumah batanggo
4. Balabo jo tapian
5. Bagalanggang baparmainan
6. Babalai bamusajik
Sejarah nagari sijunjuang seorang ulama syekh abdul muhsin dengan gelar malin sutan, Syekh Abdul Muhsin adalah seorang ulama yang terkenal di Nagari Sijunjung, Sumatera Barat. Beliau dikenal dengan nama lengkap Syekh Muhammad Muchsin atau Syekh Supayang. Beliau ber makam di supayang solok, sebelum ke sinjunjuang sesudah menuntut ilmu di kuntu darussalam kepada syekh burhanudin kuntu, sepulang beliau menuntut ilmu beliau menemui sultan khalifahtullah di tugaskan untuk mengembangkan ajaran Islam di daerah Supayang, Solok, dan Sijunjuang, melalui ajaran tarekat Syattariyah. melewati daerah kawasan kubung tigo baleh hingga kawasan camen taruih sampai ke tiang panjang nan bairik, pada kawasan kerajaan jambu lipoh baliau mendapat tantangan terus beliau ke supayang lalu ke sijunjung menepat di gunung medan sesudah itu ke daerah taratak sungai kandi.
Setelah beliau mengunjungi 4 nagari tadi muncul lah keinginan beliau untuk mendirikan nagari. sijunjung didirikan pada awal abad ke 15. Beliau malakukan sidang atau rapat di daerah tabek, telah sampai pada proses dan syarat mendirikan nagari telah cukup tinggal musyawarah memberi nama yang tepat untuk nagari tersebut, sewaktu musyawarah berlangsung terjadi lah semacam musibah, seorang perempuan yang tercebur ke dalam lumpur, silih berganti masyarakat setempat untuk manolong perempuan tersebut tidak kunjung terangkat, turun lah syekh abdul mushin ke tempat perempuan itu tercebur, kebetulan beliau mengacungkan tongkat nya lalu di anjuangkan ke atas sahingga perempuan itu berhasil di selamatkan dari lumpur tersebut. Lalu melanjutkan musyawarah tadi, dan di sepakati memberi nama yang berkaitan melalui kejadian tadi yaitu "si puti junjuang". nagari sijunjuang asal katanya adalah "si puti junjuang". si puti artinya seorang perempuan bangsawan junjuang adalah yang di hormati, jadi arti kata si puti junjuang adalah bangsawan yang di hormati. Lalu disusun lah limbago nan ampek yaitu Limbago nagari, Limbago suku dan kaum, Limbago peradilan, Limbago perapatan
Syarat" nagari memiliki 4 koto, nagari di sijunjuang sebagai berikut :
1. Koto sasai -> datuak bandaro sati berbatasan dengan nagari lubuk tarok
2. Koto gunung medan -> datuak tanmatari berbatasan dengan nagari timbulun
3. Koto danau -> datuak lubuk kayo berbatasan dengan nagari muaro
4. Koto bukik kunik -> datuak pamatang sati berbatasan dengan nagari aia angek
Sijunjung terdiri dari 6 suku
1. Chaniago 9,10 dan patopang penghulunya datuak gagar sampono
2. Piliang penghulunya datuak penghulu bandaro
3. Toboh penghulunya datuak penghulu sati
4. Panai penghulunya datuak penghulu besar
5. Malayu penghulunya datuak rajo dubalang
6. Malaya tak timbago penghulunya datuak penghulu sampono
Nagari Sijunjung juga memiliki kekayaan alam, budaya, dan destinasi wisata yang unik. Perkampungan adat ini terletak diantara dua sungai dan memiliki rumah gadang sebagai simbol kaum berbasis matrilineal. Masyarakat Nagari Sijunjung masih menjalankan sistem organisasi sosial menurut garis keturunan Ibu (matrilineal) dan memiliki aktivitas adat dan budaya yang masih berlangsung
Adat salingka nagari, sijunjung masi kuat adatnya seperti :
1. Bakaua adat sejak abad ke 17 masi terlaksana sampai saat ini
2. Batoboh konsi
3. Mambantai adat
Adat" tersebut telah terdaftar sebagai warisan cagar budaya tak benda.