Meningkatkan Kesadaran dan Kepedulian Terhadap Banyaknya Penyebaran Waria
Waria tidak bisa dipungkiri lagi dalam kehidupan. Hal ini memicu adanya berbagai macam pandangan dan perspektif tentang waria, Sebagian masyarakat tidak sedikit yang menerima keberadaan waria, akan tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang menolak keberadaan waria. Daerah bengkulu merupakan salah satu daerah yang banyak terdapat penyebaran waria, kita mengetahui bahwa aparat setempat sudah melakukan tindakan yang maksimal dalam mencegah Kejadian ini, seperti melakukan operasi razia malam operasi tempat-tempat hiburan dan juga berkomunikasi dengan pihak pihak seperti satuan polisi pamong praja, namun ini tidak cukup.
Kami berpikir bahwa pemerintahan setempat ataupun satuan hukum setempat perlu melakukan upaya sharing dengan pemerintahan pemerintahan di daerah lain bagaimana cara melakukan ataupun menangani kasus ini dengan lebih efektif, misalnya seperti yang kita ketahui hal ini pernah terjadi di daerah Bandung dan Jakarta yang pernah mengalami kasus serupa dan bisa bangkit serta bisa melepaskan image image buruk dari waria. Ini perlu dilakukan komunikasi sharing Bagaimana langkah preventif pencegahan dan bagaimana langkah penanganan, sedangkan ini bisa lebih luas dari segi pemberdayaan waria.
Waria itu sebenarnya mempunyai potensi yang cukup bagus seperti pandai dalam ber-make up serta fashion, sehingga pemerintah bisa melakukan penyuluhan dan melakukan evaluasi serta melakukan pengayoman terhadap waria, Jangan hanya dipukul tapi kita rangkul dan kita ajak bangkit, perlu dilakukan program-program pemerintah sehingga para waria bisa menemukan cara lain untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari segi pendidikan juga tak kalah penting dikarenakan kebanyakan waria selain dari tingkat ekonomi yang rendah dan juga diindikasikan pendidikan yang kurang mendukung dan mungkin mereka berpendidikan namun kebanyakan dari mereka tidak memanfaatkan hasil pendidikan yang telah mereka peroleh.
Faktor sosial juga menjadi peran penting dalam kasus ini seperti misalnya peneguran dari orang-orang sekitar seperti dalam ruang lingkup paling sederhana yaitu lingkungan keluarga, karena yang menjadi sorotan perilaku buruk dari waria itu dia adalah seseorang yang sebelumnya belum menjadi waria tapi dia memiliki sikap yang humanis tetapi ini dibiarkan saja oleh keluarga, lingkungan, bahkan ini dijadikan sebagai candaan dan dijadikan sebagai bahan hiburan tanpa adanya teguran, inilah yang membuat seseorang yang memiliki kelainan ini tidak ingin beranjak dan menjadi suatu kebiasaan serta merasa bangga dengan kelainan yang dimilikinya. Yang ditakutkan dari pengaruh buruk ini adalah mulai dari kelainan kepribadian yaitu kelainan seksual yang tentunya ini sangat berbahaya.
Untuk langkah pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja melainkan harus bekerja sama mulai dari pihak keluarga, orang-orang sekitar dan aparat pemerintah serta dari pihak pendidikan itu bisa melakuan penyuluhan kepada sekolah sekolah mengenai dampak buruk tersebut, sehingga dapat mengurangi penambahan waria. Dari sisi positif orang yang memiliki kepribadian seperti ini cenderung memiliki kepercayaan diri yang cukup bagus, hal seperti ini bisa dilakukan dengan adanya pelatihan penyanyi, perias, penari, tata busana yang bisa menjadi cara lain untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.Penulis : Desti Pratiwi
Mahasiswa Jurnalistik Universitas Bengkulu.