“BAKAUA ADAT DI NAGARI SIJUNJUNG”
Oleh : Hastri Darma Partiwi, Mahasiswa Universitas Andalas Dari Jurusan Sastra Minangkabau
Bakaua adat adalah tradisi atau upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia. Kata "bakaua”berarti melakukan atau menjalankan, sedangkan "adat" merujuk pada aturan, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Bakaua adat biasanya melibatkan berbagai kegiatan seperti upacara, ritual, atau prosesi yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti pernikahan, kematian, panen, dan acara-acara penting lainnya. Tradisi ini merupakan bagian integral dari budaya Minangkabau dan mencerminkan nilai-nilai serta norma-norma sosial yang dijunjung tinggi oleh komunitas tersebut.
Bakaua adat menjadi salah satu cara masyarakat Minangkabau menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai adat yang mereka warisi dari leluhur mereka. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya musyawarah dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.Bakaua adat di nagari sijunjung tepatnya di perkampungan adat nagari sijunjung,dilakukan setiap tahun,sesudah panen padi,yang di laksanakan di”Tobek Gadang”.Bakaua di nagari sijunjung sangat unik sekali,Dimana para ibuk-ibuk membuat “Jamba”yang di letakkan di dalam “Dulang”yang nantinya para ibuk-ibuk itu menjunjung dulang tersebut ke tobek gadang tersebut.Isi dari jamba tersebut adalah adalah makanan untuk dimakan ketika acara bakaua tersebut dilaksanakan,nah makanan tersebut adalah”daging kerbau”yang sehari sebelum bakaua tersebut para masyarakat di sana menyembelih kerbau,menyembelih kerbau adalah salah satu syarat bakau adat,Setelah daging kerbau ada juga nasi putih,lemang,yang di masak sehari sebelum bakaua dan ada juga di beri pencuci mulut seperti buah-buahan contohnya:semangka,jeruk dan buah-buahan lainnya.
Yang saya lihat waktu bakaua adat,setiap rumah membuat jamba dan di setiap dulang juga di buatkan dari suku mana.
Nah nanti para ibuk-ibuk menjunjung dulangnya dari kampung adat sampai ke tobek gadang,yang jaraknya lumayan jauh.Di sana sangat kompak mulai dari pakaian nya,bagi siapa yg menjunjung dulang maka memakai”rok songket,Baju kurung hitam,dan memakai jilbab hitam”yang mana pakaian itu diharuskan.
Setelah sampai di tobek gadang maka para ninik mamak,kaum ulama,cadik pandai dan para masyarakat duduk di tempat yang telah di sediakan disana.Dan acara nya di awali dengan pidato adat,yang dimana pidato berbalas-balasan yang sangat seru kita mendengarnya,dimana yang membaca pidato adat itu sangat fasih.Seterusnya di mulai dengan makan bersama,yang mana dulang tadi di bagikan kepada para masyarakat dalam satu dulang ada dua buah nasi jadi dalam satu dulang di berikan kepada dua orang.Setelah itu diakhiri dengan do’a dan membuat nazar untuk tahun besoknya.Tujuan dilakukan bakaua adat adalah untuk menjauhkan nagari dari musibah.Bukan itu saja bakaua adat dilakukan agar adat dan tradisi minangkabau tidak hilang di telan masa,agar generasi muda tidak melupakan tradisi minangkabau.
Bagi saya di perkampungan adat itu sangat unik dan masih menjaga tradisi minangkabau,waktu saya menjelajahi kampung adat dangan teman-teman saya untuk tugas kuliah,disana saya lihat rumah masyarakat disana semua nya masih rumah gadang yang di beri nama suku setiap rumah gadang,disana juga terdapat kisah menarik tentang”Surau Simauang”tentang”Syekh abdul muhsin,syekh amiludin”.
Nah sebelum acara bakaua dilakukan ada nama nya”Malimau tungkek”pagi sebelum acara bakaua dilakukan maka ada namanya malimau tungkek,Tungkek(tongkat) tersebut milik syekh abdul muhsih yang di simpah di rumah gadang Caniago.
Bagi saya ikut serta dalam bakaua adat nagari sijunjung,Saya banyak sekali dapat ilmu dan pembelajaran di sana.Dan menurut saya Di sana sangat Keren sekali karna di sana masih kental dengan adat tradisi minangkabau.