Ziarah Kubur: Tradisi Masyarakat Minangkabau Menjelang Bulan Suci Ramadhan
Oleh: Mutia Fadillah, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau,Uniiversitas Andalas
Tradisi Minangkabau sangat banyak dan kaya akan nilai kebudayaan dan agama. Tradisi diminangkabau merupakan kebiasaan atau adat istiadat masyarakat minangkabau yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat minangkabau.Masyarakat Minangkabau juga sangat menghormati berbagai tradisi-tradisi yang ada diminangkabau ini salah satunya tradisi ziarah kubur yang dilakukan setiap tahun sebelum menyambut bulan suci Ramadhan.
Ziarah kubur adalah kegiatan di mana setiap masyarakat pergi berziarah ke makam keluarga mereka yang sudah meninggal, seperti orang tua, saudara, atau kerabat. Ziarah kubur ini dilakukan setiap tahunnya menjelang bulan suci Ramadhan dan menjadi salah satu tradisi masyarakat Minangkabau yang sangat rutin dilakukan setiap tahunnya.
Tujuan tradisi ziarah kubur ini adalah untuk mengingatkan kita kepada keluarga-keluarga kita yang sudah pergi meninggalkan kita di dunia ini, seperti orang tua kita atau kerabat kita. Ziarah kubur tidak hanya sekedar pergi untuk melihat kuburan, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan, seperti:
1.Sesampai kita dikubur sebelum mamasuki kuburan hendaknya terlebih dahulu kita mengucapkan salam atau menyapa seperti,"assalamualaikum ya ahli kubur"
2.Lalu setelah itu kita baru pergi ketempat makam keluarga kita,dan setelah itu kita membersihkan makam dari rerumputan yang ada seperti mencabutnya dan membuang daun² yang ada didekat makan yang menyebabkan makam kotor.
3.Setelah selesai membersihkan makam kita lalu menyiram makam dengan air mawar atau air suci, dimulai dari kepala sampai kaki sebanyak tiga kali. Pemberian air tidak boleh dilakukan secara bolak-balik dari kaki ke kepala.
4.Lalu selesai menuangkan air mawar atau air suci kita menaburkan bunga di atas makam secara bergantian.
5.Dan setelah itu kita berdoa bersama-sama keluarga kita untuk arwah keluarga kita yang terdahulu, seperti membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an, agar mereka tenang di alam sana.
Dengan melakukan tradisi ziarah kubur, masyarakat Minangkabau dapat mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan agama, serta mengingatkan diri sendiri tentang pentingnya menghormati dan mengenang keluarga yang sudah pergi.Selain itu tradisi ziarah kubur juga banyak memiliki makna bagi masyarakat minangkabau yang dimana mengingatkan kita kepada keluarga kita yang telah meninggal,dengan berziarah ke makam kita bisa melepas rindu kita kepada keluarga kita walaupun itu hanya sekedar berziarah.Ziarah kubur tidak hanya dilakukan ketika menjelang bulan suci ramadhan saja tetapi juga dilakukan dihari-hari biasa lainnya.
Ziarah kubur tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memiliki makna sosial yang penting, yaitu mempererat rasa kekeluargaan dan memperkuat ikatan sosial di antara kita. Dengan melakukan ziarah bersama-sama, kita dapat memperkuat rasa solidaritas dan kekeluargaan yang erat.
Tradisi ziarah kubur juga mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang ada didalamnya,Tradisi ziarah kubur juga bisa meningkatkan kesadaran pentingnya menghormati orang-orang yang telah mendahului kita.
Dalam era modern seperti sekarang, tradisi ziarah kubur tetap menjadi tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Minangkabau. Tradisi ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk penghormatan dan pengenangan terhadap arwah-arwah yang telah mendahului kita, dengan harapan mereka dapat tenang dan damai di alam sana.
Dengan begitu tradisi ziarah kubur ini menjadi salah satu tradisi yang ada diminangkabau yang masih ada sampai sekarang dan masih dilakukan masyarakat minangkabau.
Selain itu, ziarah kubur juga memiliki beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan selama berziarah ke makam yaitu:
1. Tidak boleh berbicara kasar atau tidak pantas saat berziarah.
2. Tidak boleh menginjak makam, karena hal ini dianggap tidak hormat kepada arwah yang berada di dalamnya.
3. Tidak boleh mengotori makam, karena hal ini dapat merusak kebersihan dan kesucian makam.
Oleh karena itu, sebelum memasuki makam, disarankan untuk mengucapkan salam atau permisi sebagai bentuk hormat dan penghormatan kepada arwah-arwah yang berada di sana. Hal ini dapat membantu menghindari gangguan atau kesan tidak pantas selama berziarah.Ziarah kubur biasanya dilakukan pada pagi hari hingga menjelang sore hari. Hal ini karena ziarah kubur pada malam hari dianggap tidak pantas dan tidak menghormati arwah-arwah yang berada di makam.
Selain itu, ziarah kubur juga tidak disarankan untuk dilakukan oleh wanita yang sedang dalam keadaan haid. Hal ini karena dalam kepercayaan masyarakat, wanita yang sedang haid lebih rentan terhadap gangguan makhluk halus, yang konon suka dengan bau darah. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, wanita yang sedang haid sebaiknya tidak melakukan ziarah kubur.
Dengan demikian, tradisi ziarah kubur ini menjadi salah satu tradisi yang sangat penting dan harus dilakukan oleh masyarakat Minangkabau hingga saat ini.Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, di mana masyarakat akan melakukan ziarah ke makam orang tua, keluarga, atau kerabat mereka yang telah meninggal dunia.Secara keseluruhan, tradisi ziarah kubur ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, tetapi juga oleh umat Muslim lainnya. Meskipun demikian, cara pelaksanaannya mungkin berbeda dengan tradisi yang ada di Minangkabau, karena setiap daerah memiliki tradisi dan keunikan tersendiri.
Itulah tradisi ziarah kubur yang ada di Minangkabau, yang harus selalu dilakukan dan diikuti oleh masyarakat Minangkabau. Tradisi ini sangat penting dan harus dipertahankan, terutama bagi kita sebagai masyarakat Minangkabau yang harus melestarikan dan menghormati adat istiadat yang ada di Minangkabau, Sumatera Barat. Selain itu, masih banyak lagi tradisi-tradisi lainnya yang unik dan penuh akan nilai kebudayaan yang ada di Minangkabau yang perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat Minangkabau dan masyarakat luas.