WaliKota Dedy Wahyudi Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan Gerai KMP di Bengkulu
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - WaliKota Bengkulu Dedy Wahyudi memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna mempercepat pembangunan fisik Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Kota Bengkulu. Kegiatan ini digelar di Ruang Hidayah, Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (18/12/2025).
Rakor tersebut turut dirangkai dengan penyerahan dokumen Badan Hukum KMP kepada para pengurus koperasi di tingkat wilayah, sebagai tanda kesiapan administrasi untuk melangkah ke tahap pembangunan fisik.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa percepatan pembangunan KMP merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui koperasi.
Ia mengungkapkan, Kota Bengkulu menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam pemenuhan aspek administrasi koperasi.
“Secara legalitas badan hukum, Kota Bengkulu menjadi yang tercepat dan menempati peringkat kelima secara nasional. Ini merupakan modal kuat bagi kita untuk segera melangkah ke pembangunan fisik gerai KMP,” ujar Dedy Wahyudi, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati.
Menurut Dedy, tantangan yang saat ini dihadapi adalah penyediaan lahan untuk pembangunan gerai dan gudang KMP. Sejumlah lokasi potensial diketahui masih berstatus aset milik kementerian, BUMN, maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah diskresi dengan menerapkan skema pinjam pakai atau sewa lahan agar pembangunan dapat segera direalisasikan tanpa menabrak aturan yang berlaku.
Langkah percepatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu. Rakor tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu Dr. Yeni Puspita, S.H., M.H., Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu Letkol Inf Condro Edi Wibowo, serta perwakilan Polresta Bengkulu.
Keterlibatan instansi vertikal ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan gerai KMP, mulai dari legalitas lahan hingga operasional gudang, berjalan sesuai dengan koridor hukum, transparan, dan akuntabel.
Adapun Gerai KMP diproyeksikan menjadi pusat penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat di tingkat kelurahan. Selain sebagai unit usaha koperasi, KMP juga diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan pangan di tingkat lokal.
“Target kita, 15 gerai pertama ini akan menjadi percontohan yang sukses. Jika berjalan dengan baik, seluruh desa dan kelurahan di Kota Bengkulu akan menyusul untuk memenuhi target nasional,” tutup WaliKota Bengkulu.