TNI Gelar Latihan Kesiapsiagaan Bencana di Bengkulu, Libatkan Berbagai Unsur
JurnalBengkulu.com, Bengkulu – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya ancaman gempa bumi megathrust di wilayah Bengkulu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian Geladi Posko Latihan Kesiapsiagaan Operasional yang dipusatkan di kawasan pesisir Pantai MD Land, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang bertindak sebagai Panglima Komando Gabungan Terpadu (Pangkogabpad). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya mentalitas siaga bagi seluruh unsur pertahanan dan masyarakat.
“Lebih baik kita siap meskipun tidak ada bencana, daripada kita tidak siap saat bencana benar-benar terjadi. Apel ini bukan berarti kita menginginkan bencana, melainkan upaya menyiagakan semua unsur dalam penanganannya,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan simulasi komprehensif dalam penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di wilayah Bengkulu.
Senada dengan itu, Dandim 0407/Kota Bengkulu, Kolonel Inf Condro Edi Wibowo, yang bertindak sebagai Komandan Apel, menyebutkan bahwa simulasi ini juga melibatkan unsur pelajar dan masyarakat sipil.
“Kami libatkan pelajar dan masyarakat agar mereka memiliki edukasi dan kesiapan mandiri. Kita semua berharap Bengkulu tetap aman, tapi kewajiban kami adalah bersiap untuk kemungkinan terburuk,” kata Condro.
Latihan skala besar ini melibatkan gabungan personel dari berbagai satuan, di antaranya Kodam I/Bukit Barisan, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodam XXI/Radin Inten, Koarmada II/Padang, serta Koopsud I. Selain itu, turut hadir jajaran Lanal, Lanud, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Bengkulu yang diwakili Asisten I Alex Periansyah, BPBD, BMKG, hingga Basarnas.
Fokus utama latihan diarahkan pada penguatan koordinasi antara komandan dan staf dalam merencanakan operasi bantuan, penanganan pengungsi, hingga distribusi bantuan kemanusiaan agar berjalan cepat dan tepat sasaran.
Melalui latihan ini, TNI berharap tercipta sinergi yang solid antara militer, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kesiapan yang matang, risiko serta dampak bencana diharapkan dapat diminimalisir demi keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah.