Target PON 2028, Kapolda dan Ketum KONI Bengkulu Kompak Bakar Semangat Atlet
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Semangat para atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 terus dipompa. Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Sulistianto Wahid, S.I.K., bahkan turun langsung memberikan motivasi kepada atlet dan pelatih agar tidak kehilangan fokus dalam menjalani program pembinaan.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat mengikuti kegiatan jalan sehat KONI Bengkulu yang digelar di kawasan Wisata Pantai Panjang, Bengkulu, Minggu pagi (13/9/2026).
Di hadapan atlet dan jajaran pengurus KONI, jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa kunci utama meraih prestasi adalah konsistensi. Atlet diminta tidak mudah terlena, apalagi menyerah ketika menghadapi kejenuhan dalam menjalani latihan.
“Ini sebagai motivasi, seperti yang disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Bapak Teuku Zulkarnain. Tetap fokus latihan dan latihan,” tegas Sulistianto.
Kapolda mengaku pesan tersebut bukan sekadar teori. Sebelum menjadi anggota Polri, dirinya juga pernah merasakan kerasnya dunia olahraga sebagai atlet judo.
“Saya tidak narsis. Sebelum jadi polisi, saya sama seperti adik-adik ini, sebagai atlet judo. Saya sempat satu kali tampil di PON tahun 1996, empat kali turun di SEA Games, yakni tahun 1991, 1993, 1995 dan 1997, serta satu kali ikut Olympic tahun 1992,” kenangnya.
Pengalaman tersebut, menurut Sulistianto, menjadi bekal penting untuk memahami bagaimana perjuangan seorang atlet dalam mengejar prestasi.
Ia menyadari, menjalani latihan secara terus-menerus bukan perkara mudah. Rasa jenuh dan lelah sangat mungkin muncul. Karena itu, peran pelatih dan pengurus menjadi sangat penting untuk membaca kondisi atlet dan mengambil langkah yang tepat.
“Memang kita sadari ada saatnya muncul rasa jenuh. Latihan apa saja yang diberikan pelatih sudah tidak bisa. Maka peran pelatih dan pengurus harus bisa melihat apa langkah yang harus segera disikapi,” ujarnya.
Kapolda Apresiasi Pengurus KONI
Tak hanya memberikan motivasi kepada atlet, Kapolda Bengkulu juga memberikan apresiasi terhadap jajaran pengurus KONI Provinsi Bengkulu yang dinilai bekerja dengan penuh komitmen dalam membina atlet.
Ia menyoroti para pengurus KONI yang menjalankan tugas tanpa menerima gaji.“Ini patut kita berikan apresiasi. Luar biasa kepengurusan KONI Bengkulu,” puji Sulistianto.
Namun, ada satu pesan penting yang turut disampaikannya kepada pelatih dan pengurus: jangan sampai persoalan internal justru mengganggu konsentrasi atlet.
“Pelatih dan pengurus jangan berantem. Ini dapat mempengaruhi motivasi serta semangat atlet menjalani program latihan. Tugasnya atlet terus berlatih dan berlatih,” tegasnya.
Teuku: Beban Atlet Hanya Latihan dan Prestasi
Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE., mengatakan jalan sehat tersebut bukan sekadar kegiatan olahraga bersama. Agenda itu juga menjadi sarana gathering untuk mempererat komunikasi antara atlet, pelatih dan pengurus KONI.
Menurut Teuku, kegiatan semacam itu penting karena atlet juga membutuhkan ruang untuk berkomunikasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menjalani program latihan.
“Disadari bahwa di sela-sela para atlet melakoni latihan, ada satu saat rasa membosankan. Jadi, melalui kegiatan seperti ini, ketika para atlet saat latihan sulit mengutarakan hal-hal dalam menjalani latihan, bisa dibicarakan di sini,” kata Teuku.
Ia pun kembali menegaskan bahwa atlet tidak perlu memikirkan persoalan di luar tugas utamanya.