Seorang Wartawan Banting Stir Menjadi Dosen
Penulis : Tiara Salsabila Karolina
Pada 15/10/2025 Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Universitas mengadakan Podcast JUBER yang menghadirkan Taufik Hasyim M.Ikom yang awalnya berprofesi wartawan menjadi Dosen Universitas Bengkulu.
Kondisi Podcast Universitas Bengkulu (Olin/22/10/25)
Bengkulu, himpunan mahasiswa Jurnalistik Univesitas Bengkulu baru-baru ini menggelar podcast tentang seorang wartawan berpindah profesi menjadi dosen di universitas Bengkulu.
Dalam acara podcast Jurnalistik bersuara tersebut mengundang Taufik Hasyim M.Ikom selaku dosen Universitas Bengkulu yang dipandu oleh Tiara Salsabila Karolina. Pada acara tersebut banyak sekali cerita yang menarik dari sosok Taufik Hasyim M.Ikom sebelum menjadi wartawan hingga sekarang menjadi dosen. Pada segmen pertama Taufik menjelaskan awal mula terjun menjadi wartawan. Taufik menceritakan bahwa ia awalnya tidak menempuh Pendidikan jurnalistik tetapi mengambil jurusan Teknik.
Pada saat menunggu sebelum wisuda beliau ditawarkan oleh temannya untuk mengikuti seleksi menjadi wartawan hingga akhirnya diterima. Taufik berpikir menjadi wartawan sangat menyenangkan karena bisa melihat masyarakat dari berbagai latar belakang. Terutama ketika pengalaman pertama ketika bekerja meliput di sekitar Simpang Lima mewawancarai seorang ibu berumur 70 tahun yang menjual kerupuk. Disana hati beliau terenyuh melihat perjuangan seorang ibu yang mungkin hanya mendapat laba sekitar 1.000-3.000 rupiah.
Taufik juga bercerita ketika beralih pekerjaan menjadi dosen memiliki strugglenya sendiri berbeda dengan pekerjaan sebelumnya.
‘’ Saat pertama kali menjadi dosen saya ternyata harus belajar teori lagi karena sebelumnya kan lebih ke praktisi di lapangan mangkanya harus belajar juga ke dosen yang lain. Telebih ternyata jadi dosen bukan hanya mengajar tapi ada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan. Nah, itu saya harus benar-benar beradaptasi dengan lingkuan baru di Universitas. ‘’ ujar Taufik saat podcast.
Taufik juga menanamkan nilai nilai etika Jurnalistik kepada mahasiswa seperti displin. Seperti ketika mengumpulkan penugasan para mahasiswa wajib mengumpulkan tepat waktu. Taufik mengatakan bahwa sebagai mahasiswa jurnalistik harus memegang teguh pada kode etik jurnalistik. Terutama untuk menjadi wartawan atau jurnalis tidak hanya mahasiswa jurnalistik tetapi bisa dari mahasiswa jurusan lain. Taufik berpesan kepada mahasiswa jurnalistik agar bisa menjadi wartawan yang menjujungi nilai integritas. Taufik berharap semoga bisa jadi inspirasi Mahasiswa Jurnalistik dan terutama Sobat Juber yang sedang menyaksikan agar terus semangat belajar dan berani mengambil Langkah dalam mengejar passion nya.
Nama Kelompok :
Chelnia Bian Anjellika D1C024036
Nabella Dwi Yulianti D1C024038
Tiara Salasabilla Karolina D1C024030
Suci Tri Handayani D1C024048