Puluhan Tahun Menunggu Perhatian Pemerintah, Masyarakat Desa Sinar Laut Merasa Dikesampingkan
Mukomuko – Begitu miris, puluhan tahun jalan penghubung Desa Sinar laut menuju desa tetangga desa Air hitam dan Kantor Camat Pondok suguh tak tersentuh pembangunan.
Padahal jalan itu dibangun tahun 1990 dan tidak pernah tersentuh pembangunan sejak tahun 2005 silam
Padahal jalan tersebut merupakan jalan penghubung Desa Air hitam hinga menuju Kecamatan Pondok Suguh, kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu.
Kini kondisi jalan desa sinar laut untuk penghubung ke desa tetangga hinga arah kecamatan tersebut sangat memprihatinkan, karena semakin rusak parah dan berlumpuran jika musim hujan, serta sulit dilalui kendaraan.
Jika musim hujan tiba, menjadi urat nadi perekonomian masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunannya, jalan penghubung yang konsinyasi sebagian tanah berlobang, koralan, dan banyak yang tergenang air.
Padahal untuk pembangunan jalan tersebut telah berkali-kali diusulkan dalam perencanaan pembangunan tingkat munsrenbangcam, untuk di usul kan ke tingkat Kabupaten. Namun tidak kunjung dilirik untuk dilakukan perbaikan.
Entang rohian, salah satu masyarakat Desa setempat mengaku, sudah lama sekali jalan penghubung Desa Sinar laut menuju Desa Air hitam hinga arah kecamatan itu tidak dilakukan perbaikan.
Ini bisa dilihat sendiri kondisinya yang masih tanah berlobang koral koral besar, dan berlobang banyak tergenang air dan menyulitkan warga untuk melintas mengakut hasil perkebunannya, hinga jadi rintangan hendak keluar desa atau berpergian.
Sebagai masyarakat dia berharap ada upaya perbaikan dari Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Mengingat akses jalan itu sangat penting bagi masyarakat di dua desa. ‘’Karena selain sebagai alternatif untuk ke desa tetangga, jalan itu adalah urat nadi perekonomian masyarakat yang mayoritas petani disini,” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Sinar laut, Hosiman saat dikonfirmasi terkait hal tersebut sabtu, 09/12/2023 membenarkan, bahkan kondisi jalan penghubung yang ada di desanya itu.
Seingatnya belum pernah diperbaiki ataupun dilakukan penyiraman aspal. Padahal jalan itu sangat penting bagi masyarakat desanya, dan hampir 800 orang penguna belum lagi warga desa tetangga yang hendak ke pantai.
Dimana kesehariannya jalan tersebut digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan dan juga sebagai perlintasan ke pantai sekaligus ingin berpergian.
Walaupun kondisinya seperti itu, namun masyarakat tetap melintasi jalan itu sebagai akses terdekat, dan sekaligus jalan utama di desa ini, ungkap Hosiman.
"Terkait perbaikan jalan itu sudah sering diusulkan dalam perencana pembangunan, baik ditingkat Kecamatan maupun Kabupaten, namun hasilnya belum terlihat, terkesan tak di pedulikan, kesal Hosiman.
Dimana masyarakat desa itu berharap kepada kami sebagai pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi mereka, namun apa yang harus kami jawab dengan masyarakat atas usaha yang telah kami usulkan," keluhnya.
Harapan besar masyarakat ataupun pihaknya selaku Pemdes, karena akses jalan itu tidak mungkin di coper pembangunan melalui dana desa.
Mohon kepada Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait, kiranya tahun depan ada pembangunan jalan tersebut. ‘’Agar harapan masyarakat tidak menjadi angan-angan belaka,” tambahnya. (Rudi)