Peran Orang Tua dan Kampus dalam Pembentukan Disiplin Sosial Mahasiswa
Oleh : Miza Fitria, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Menaruh barang tidak pada tempatnya telah menjadi kebiasaan beberapa mahasiswa yang berkuliah di gedung E. Salah satu contoh nyatanya adalah memarkirkan motor di tempat yang sudah jelas terpampang tulisan "DILARANG PARKIR RODA DUA." Sebagai mahasiswa, seharusnya mereka sudah paham dengan arti kalimat tersebut.Namun masih meletakkan kendaraan disana. Mungkin saja mereka terburu-buru untuk mengikuti perkuliahan, namun memarkir sembarangan bukanlah solusinya.
Kebiasaan menaruh barang atau sesuatu tidak pada tempatnya sering kali dimulai dari hal-hal kecil di rumah yang tidak pernah ditegur oleh orang tua. Kebiasaan buruk ini terbawa hingga ke lingkungan kampus. Orang tua seharusnya lebih memperhatikan hal-hal seperti ini agar perilaku yang buruk tidak menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Mengajarkan anak disiplin sejak dini sangat penting dan berpengaruh, termasuk dalam masalah keterlambatan ke kampus yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan. Untuk mengatasi keterlambatan mengikuti perkuliahan, seharusnya mereka pergi lebih awal, bukan malah berangkat dari kos 5 menit sebelum masuk kelas.
Sering kali, untuk mempercepat masuk ke kelas, beberapa mahasiswa memarkir motor di depan gedung perkuliahan yang sudah jelas dilarang. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab terhadap aturan yang ada. Salah pengartian kata juga menjadi masalahnya, menjadikan kata larangan adalah perintah, menjadi maksut lain . benar kalau kita melakukan perintah yang dilarang tapi bukan melanggarnya ,dan aturan dibuat untuk dilanggar itu salah. Aturan dibuat supaya ada ketertiban ,yang akan menciptakan lingkungan kampus lebih tertib dan nyaman bagi semua.
Penting juga untuk menyadari bahwa kebiasaan buruk ini tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada orang lain. Parkir sembarangan dapat mengganggu akses dan kenyamanan orang lain yang ingin menggunakan fasilitas kampus. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan disiplin adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung proses belajar mengajar.
Mahasiswa sebagai individu yang sedang menuntut ilmu diharapkan memiliki kesadaran tinggi terhadap peraturan dan norma yang ada di lingkungan kampus. Disiplin adalah salah satu aspek penting yang harus dijunjung tinggi. Hal ini bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Peran Orang tua penting dalam membentuk karakter anak sejak kecil. Mengajarkan anak untuk disiplin, menaati aturan, dan menghargai orang lain adalah tanggung jawab yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran. Kebiasaan baik yang diajarkan sejak kecil akan terbawa hingga dewasa dan menciptakan individu yang bertanggung jawab.
Selain itu, pihak kampus juga memiliki peran dalam menegakkan aturan dengan tegas. Memberikan sanksi kepada mahasiswa yang melanggar aturan parkir, misalnya, dapat menjadi langkah preventif agar kebiasaan buruk ini tidak terus berlanjut. Kampus sebagai institusi pendidikan harus menjadi contoh dalam menegakkan disiplin dan aturan.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Disiplin
Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak-anak mereka. Mengajarkan disiplin sejak dini adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan taat aturan. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendidik anak dalam disiplin adalah:
1. Memberikan Contoh yang Baik: Anak-anak sering kali meniru perilaku orang tua mereka. Oleh karena itu, orang tua harus menunjukkan perilaku yang disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memberikan Aturan yang Jelas: Orang tua harus menetapkan aturan yang jelas dan konsisten di rumah.
3. Memberikan Konsekuensi yang Tepat: Jika anak melanggar aturan, memberikan konsekuensi yang sesuai akan membantu mereka belajar dari kesalahan.
4. Memberikan Penghargaan atas Perilaku Positif: Menghargai anak ketika mereka mengikuti aturan dapat memotivasi mereka untuk terus berperilaku baik.
Peran Pihak Kampus dalam Menegakkan Disiplin
Selain orang tua, pihak kampus juga memiliki peran penting dalam menegakkan disiplin. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
1. Sosialisasi Aturan: Pihak kampus harus memastikan semua mahasiswa memahami aturan yang ada, termasuk larangan parkir di tempat tertentu.
2. Pengawasan dan Penegakan Aturan: Dengan melakukan pengawasan yang ketat dan memberikan sanksi yang tegas, kampus dapat mencegah pelanggaran aturan.
3. Fasilitas yang Memadai: Menyediakan fasilitas parkir yang memadai untuk mahasiswa agar mereka tidak perlu parkir sembarangan.
4. Program Pendidikan Karakter: Kampus bisa mengadakan program-program yang mendidik mahasiswa tentang pentingnya disiplin dan tanggung jawab.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga harus saling mengingatkan dan mendukung dalam menciptakan budaya disiplin. Saling mengingatkan ketika melihat teman yang parkir sembarangan atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus. Dengan saling mendukung dan mengingatkan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Disiplin bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang menghargai diri sendiri dan orang lain. Menaati aturan parkir, menempatkan barang pada tempatnya, dan bertanggung jawab terhadap tindakan kita adalah bagian dari proses belajar menjadi individu yang lebih baik.
Hal ini juga sesuai dengan ungkapan Pepatah Minang lainnya, "Ketek taraja-raja, alah gadang tabao-bao, gadang tarubah tido," yang berarti kebiasaan yang ditanam sejak kecil akan terbawa hingga dewasa, menegaskan pentingnya membentuk kebiasaan baik sejak dini. Disiplin bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang menghargai diri sendiri dan orang lain. Menaati aturan parkir, menempatkan barang pada tempatnya, dan bertanggung jawab terhadap tindakan kita adalah bagian dari proses belajar menjadi individu yang lebih baik.
Sebagai penutup, mari kita sadari pentingnya disiplin dan menghargai aturan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadi individu yang disiplin dan bertanggung jawab, kita turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis. Mari kita budayakan taat aturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin dalam setiap aspek kehidupan kita.