Pendidikan Politik Sebagai Bekal Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Oleh :
Nama : Muhammad Alfarez
Nim : 2310831002
Instansi : Universitas Andalas
Jurusan : Ilmu Politik
Dalam kehidupan masyarakat, rata-rata orang tidak bisa membedakan antara politik dan kekuasaan. Kekuasaan ialah sebuah kemampuan ataupun kekuatan seseorang guna untuk mempengaruhi orang lain sesuai dengan kehendak penguasa tersebut. Politik tidak dilihat lagi sebagai sarana untuk mewujudkan kebaikan bersama namun lebih dari itu, politik dilihat sebagai cara merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan cara memanipulasi suatu proses.
Hal ini disebabkan oleh, adanya proses pembodohan publik terhadap sistem politik yang selama ini terjadi di dalam lingkungan masyarakat. Sehingga masyarakat yang kurang terdidik secara politik, menyebabkan mereka cenderung pasif dan mudah di mobilisasi untuk kepentingan pribadi/jabatan yang diemban oleh elite politik. Akibatnya adanya disintegrasi lokal, antara kelompok masyarakat dengan massa pendukung calon tertentu dan akhirnya saling melakukan konflik karena beda pilihan politik.
Maka dari itu, diperlukannya pendidikan politik kepada masyarakat agar masyarakat tidak di manfaat oleh elite politik yang membuat kebijakan hanya untuk kepentingan partai dan kepentingan pribadi. Pendidikan Politik menjadi harapan saya khususnya untuk menghadapi Indonesia emas 2045 dan seterusnya, guna untuk meningkatkan pengetahuan politik kepada masyarakat dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politik.
Gieseeke seorang ahli didaktik, pendidik dan politikus Jerman, mendefinisikan pendidikan politik sebagai berikut:
a. Bildungwissen yang artinya yaitu, bisa mengetahui bentuk dan gambaran dari manusia (mensbeeld) serta perkembangannya, dan gambaran kebudayaan bangsa sendiri, sehingga orang sadar akan identitas sendiri.
b. Orientierungwissen yaitu mampu berorientasi pada paham-paham kemanusiaan yang bisa memberikan kebahagian, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan pada setiap warga negara dan umat manusia.
c. Verhaltungwissen yaitu menunjuk pada perilaku yaitu memahami hukum, norma, tata tertib, dan peraturan yang menuntun semua tingkah laku politik.
d. Aktionwissen artinya mampu bertingkah laku tepat, cermat, dan benar, karena didukung oleh prinsip kebenaran dan keadilan, disertai refleksi objektif, dan wawasan kritis.
Menurut Kartini Kartono (1996:64) pendidikan politik merupakan upaya pendidikan yang disengaja dan sistematis untuk membentuk individu agar mampu menjadi partisipan yang bertanggung jawab secara etis/moral dalam pencapaian tujuan politik Pendidikan Politik adalah Proses pemberian pemahaman, pengetahuan terhadap kelompok atau masyarakat tentang aspek-aspek sistem politik, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta peran warga negara dalam proses politik dan pemerintah. Tujuan adanya pendidikan politik meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan politik dan demokrasi, serta membentuk warga negara yang kritis dan peka terhadap kebijakan.
Pendidikan Politik diperlukan sejak anak-anak hingga dewasa yang guna untuk mendidik generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Instruksi Presiden No. 12 tahun 1982 tentang pendidikan politik bagi Generasi Muda menyatakan bahwa tujuan pendidikan politik adalah memberikan pedoman kepada generasi muda Indonesia guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apabila tujuan dari pendidikan politik itu sendiri tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi berbagai fenomena atau dampak negatif yang akan muncul dalam masyarakat. Jika diabaikan bisa berdampak kepada stabilitas politik, kualitas demokrasi, dan menurunnya tingkat partisipasi warga negara. Salah satu contoh yang terjadi pada Pemungutan Suara Ulang 2024 (PSU), terbukti bahwa menurunnya partisipasi warga Sumatera Barat untuk datang ke TPS dikarenakan masyarakat merasa malas dan masyarakat sudah tidak peduli dengan adanya PSU serta tidak ada sosialisasi yang dilakukan pemerintah mengenai PSU.
Ada beberapa dampak yang akan terjadi apabila pendidikan politik ini tidak berjalan dengan baik: Pertama, Tingkat Partisipasi Politik yang Rendah. Masyarakat yang tidak mendapatkan pendidikan politik ini cenderung apatis terhadap masalah politik dan pemerintahan yang ada, menganggap politik sebagai hal yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kedua, Mudah Terpengaruh oleh Informasi Hoax. Pada saat sekarang ini, informasi yang beredar di media sosial sangatlah cepat dan tidak sepenuhnya itu benar atau valid butuh penyaringan terhadap informasi tersebut, apabila masyarakat mudah percaya dengan berita hoax maka masyarakat akan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang beredar. Ketiga, Tumbuhnya Sikap Anti Demokrasi. Masyarakat akan timbul sikap otoritarian dan intoleransi yang dimana, masyarakat lebih mudah menerima pemerintahan yang otoriter atau mendukung kebijakan yang tidak demokratis.
Solusi dari apabila pendidikan politik tidak dapat berjalan dengan baik yaitu: Pertama, adanya media massa dan teknologi guna untuk melakukan edukasi politik perlu media sosial untuk menyebarluaskan informasi tentang politik atau sistem politik. Kedua, Kolaborasi dengan Lembaga yaitu bekerja sama dengan lembaga pemerintah atau organisasi masyarakat untuk mengembangkan program-program pendidikan politik yang lebih efektif dan efisien. Ketiga, Pemberdayaan Komunitas yaitu melakukan diskusi untuk membahas isu-isu politik lokal serta melibatkan masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan. Keempat, Adanya Pengembangan Kurikulum maksudnya adalah penambahan materi tentang pendidikan politik kepada tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi. Kelima, Pertukaran Pelajar maksudnya adalah mahasiswa Indonesia dapat belajar ke luar negeri dan belajar bagaimana sistem politik di negara tersebut dan ilmu tersebut kita implikasi kan ke negara Indonesia.
Diharapkan kepada pemerintah agar dapat terlaksana apa yang diharapkan penulis dan menjadikan wadah penulis dalam beropini, sehingga masyarakat akan memahami bagaimana sistem politik di Indonesia. Dan semoga apa yang diharapkan penulis dapat terlaksana atau mendapatkan dampak positif kepada masyarakat.