Pemkot Bengkulu Matangkan Penataan Kampung Cina, Fokus Perbaikan Jalan dan Wisata Sejarah
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan WaliKota Dedy Wahyudi dan Wakil WaliKota Ronny P.L. Tobing terus mematangkan rencana penataan kawasan Kampung Cina. Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali denyut nadi perdagangan masa lalu sekaligus memperkuat identitas Bengkulu sebagai kota sejarah yang inklusif pada tahun 2026.
Dalam visinya, pasangan Dedy–Ronny ingin menjadikan Kampung Cina tidak sekadar sebagai kawasan pemukiman tua, melainkan etalase keberagaman budaya. Kawasan tersebut dirancang sebagai destinasi wisata tematik yang memadukan arsitektur kolonial ikonik dengan kearifan lokal, serta merefleksikan harmonisasi antar-etnis yang telah terjalin lama di Bumi Merah Putih.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu telah menyiapkan langkah-langkah teknis. Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna mendukung kenyamanan dan aksesibilitas kawasan wisata.
“Kampung Cina akan kita tata secara menyeluruh. Fokus awal kami adalah memperbaiki jalan-jalan di kawasan tersebut yang kondisinya dinilai sudah kurang nyaman. Kami akan melakukan pelapisan ulang dan pengaspalan menggunakan hotmix,” ujar Noprisman, Rabu (08/01/2026).
Upaya pengaspalan hotmix ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki maupun pengendara yang melintas. Dengan infrastruktur yang lebih baik, daya tarik Kampung Cina sebagai destinasi unggulan wisata sejarah di Kota Bengkulu diharapkan semakin meningkat.
Penataan kawasan Kampung Cina ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam melestarikan cagar budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata sejarah.