DPRD Bengkulu Dukung Pengetatan Angkutan Batu Bara, Teuku: Jalan Rakyat Harus Dilindungi
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu yang mulai memperketat pengawasan terhadap angkutan batu bara yang melintas di jalan umum. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk melindungi infrastruktur daerah sekaligus menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Menurut Teuku, pengawasan terhadap tonase kendaraan harus dilakukan secara konsisten karena kerusakan jalan yang selama ini terjadi sebagian besar disebabkan oleh kendaraan bermuatan berat yang melebihi kapasitas jalan.
“Jalan yang dibangun menggunakan uang rakyat harus dijaga bersama. Jangan sampai kepentingan ekonomi mengorbankan fasilitas publik yang setiap hari digunakan masyarakat,” tegasnya.
Politisi PAN itu menjelaskan, DPRD Provinsi Bengkulu sejak lama mendorong adanya penataan yang lebih tegas terhadap aktivitas angkutan batu bara, terutama selama pembangunan jalan khusus batu bara belum terealisasi.
Ia menegaskan, perusahaan yang memanfaatkan jalan umum wajib mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk batas tonase sesuai klasifikasi jalan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Teuku juga mendukung langkah pemerintah melalui Dinas Perhubungan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang akan melakukan pendataan terhadap kendaraan angkutan batu bara. Menurutnya, pendataan tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan evaluasi pengawasan yang lebih efektif.
“Kita mendukung langkah pemerintah melakukan pendataan dan pengawasan. Yang terpenting adalah ada kepatuhan dari perusahaan sehingga jalan tidak cepat rusak dan masyarakat tetap merasa aman saat beraktivitas,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, Teuku turut menyoroti aspek keselamatan lalu lintas. Ia menilai kendaraan dengan muatan berlebih tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Karena itu, DPRD Provinsi Bengkulu berharap seluruh pelaku usaha pertambangan dapat membangun komitmen bersama dengan pemerintah untuk menjalankan operasional secara tertib dan sesuai aturan.
Lebih lanjut, Teuku menegaskan bahwa pembangunan jalan khusus batu bara harus menjadi prioritas sebagai solusi permanen. Kehadiran jalur khusus dinilai mampu mengurangi beban jalan umum sekaligus mendukung kelancaran aktivitas investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan khusus batu bara adalah solusi jangka panjang yang harus segera diwujudkan. Dengan begitu, investasi tetap berjalan, ekonomi tumbuh, dan infrastruktur daerah tetap terjaga,” tegasnya.
DPRD Provinsi Bengkulu, lanjut Teuku, akan terus mengawal berbagai kebijakan yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu.(Adv)