Pembangunan Jembatan Tebeng Kota Bengkulu, Solusi Atasi Banjir dan Tingkatkan Akses Masyarakat
Penulis: Chelnia Bian Anjellika
Kawasan Tebeng Kota Bengkulu sedang melakukan pembangunan jembatan baru untuk mengatasi banjir.Kota Bengkulu saat ini tengah melakukan pembangunan jembatan baru tepatnya di Kebun Tebeng yang bertujuan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut hal ini menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. Dilansir dari mediasinardunia.com pembangunan jembatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi pada awal bulan September 2025.
Upaya Walikota dalam menanggulangi banjir di kawasan tersebut mendapat perhatian positif dari masyarakat sekitar. Dilansir dari Radar Bengkulu Walikota menyampaikan, semuanya bahagia, mereka berharap dengan pembangunan jembatan baru ini kawasan tersebut bisa bebas dari banjir dan akses mobilitas lancar.
Menurut salah satu pekerja proyek yang berinisial H mengatakan bahwa tujuan pembangunan jembatan baru ini adalah untuk mengatasi banjir yang sering terjadi ketika musim hujan.
“Proses pembangunan ini dilakukan dengan seksama yang melibatkan Dinas PU PR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), masyarakat dan kepala desa sehingga pembangunan jembatan di Kebun Tebeng ini terealisasi dengan baik” ujarnya.
H juga mengatakan bahwa selama proses pembangunan ini tidak mengalami kendala dan masyarakat sangat mendukung proyek ini, partisipasi warga lokal juga ikut membantu pada aspek keamanan proyek untuk kelancaran pembangunan.
Namun dampak pembangunan ini juga dirasakan oleh warga seperti yang dikemukakan oleh salah satu warga yang berinisial K, ia mengatakan bahwa
“Pedagang di sekitar itu pada ditutup tokonya karena jalan tidak bisa lewat jadi pedagangnya tidak bisa berjualan sehingga pendapatan mereka menurun, dan juga kami para warga merasakan kemacetan pada jam-jam sibuk yaitu pagi dan sore di sekitaran gang yang menjadi akses warga” ujarnya.
Terkait komunikasi proyek K mengonfirmasikan bahwa pihak pelaksana dan pemerintah terakhir kali menyampaikan perkembangan proyek pada awal tahun ini dengan target penyelesaian sebelum tahun 2026, kemungkinan akhir tahun ini atau bulan depan akan selesai pembangunan ini. Banjir di kebun tebeng yang bisa terjadi setelah hujan selama tiga jam atau lebih, terutama air dari wilayah panorama mengalir ke kawasan Kebun Tebeng, memicunya banjir yang lumayan besar.
Pemerintah daerah juga berupaya mengingatkan dampak perubahan rute dan penutupan jalan selama berjalannya pembangunan. K juga mengatakan bahwa banyak warga lokal yang di perkerjakan dalam proyek dan dilibatkan dalam mengatur lalu lintas serta parkir dengan biaya di tanggung oleh pemerintah untuk memastikan kelancarannya aktivitas warga di tengah proyek ini.
Pembangunan jembatan ini mengacu pada undang-undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang menegaskan pentingnya memperbaiki infrastruktur jalan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Selain itu proyek ini juga mengacu pada peraturan pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang penyelenggaran sistem dan infrastruktur jalan, yang menuntut pengembangan infrastruktur jalan agar mendukung transportasi yang aman dan efisien serta mencegah dampak sosial dan lingkungan negatif.
Melalui pembangunan jembatan ini, pemerintah Kota Bengkulu berupaya menurunkan resiko adanya banjir sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat dengan menciptakan akses jalan yang aman dan lancar, sesuai dengan pembangunan berkelanjutan dan sosial. Warga di harapkan dapat terus berpartisipasi aktif dan mendukung demi kelancaran proyek strategis ini.
Hal ini bisa dapat disimpulkan bahwa pembangunan jalan memiliki dua sudut pandang yang berbeda mulai dari pekerja yang berharap bahwa pembangunan ini lancar sedangkan warga mengatakan ada pihak yang dirugikan yaitu pedagang dan warga-warga yang terkena macet di pagi hari ketika ingin berangkat kerja dan sore hari ketika pulang kerja, mungkin pemerintah, pekerja dan warga lebih harus kompak lagi dalam hal ini agar tidak terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan.
Nama kelompok:
Tiara Salasabilla Karolina D1C024030
Nabella Dwi Yulianti D1C024038
Suci Tri Handayani D1C024048