Ini Capaian Pembangunan Rohidin yang Dirasakan Masyarakat Mukomuko
Jurnalbengkulu.com - Belakangan ini di Kabupaten Mukomuko tengah hangat diperbicangkan bahwa Dr H Rohidin Mersyah dituding tidak memberikan sedikitpun kerja nyatanya untuk masyarakat setempat, hal inipun diduga menjadi bahan Provokasi guna menjatuhkan citra Rohidin yang notabene adalah Gubernur Petahana.
Diketahui Dr H Rohidin Mersyah dilantik menjadi Gubernur Bengkulu Definif pada 10 Desember 2018 untuk meneruskan estafet kepemimpinan Provinsi Bengkulu. Dirinya terus mengupayakan pembangunan di segala lini.
Kali ini mari kita ulas beberapa kerja nyata Rohidin untuk masyarakat Mukomuko diberbagai sektor :
1. Infrastruktur
Terhimpun data bahwa selama Kepemimpinannya Rohidin telah menormalisasi 80 Km dari 96 Km total jalan kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko :
1. Pembangunan Jalan Mukomuko – Dusun Gedang Sp. Yamaja (Pondok Kopi) dengan Anggaran Rp.8.233.507.846,72
2. Peningkatan Jalan Penarik – Lubuk Pinang dengan Anggaran Rp. 2.365.645.282,67
3. Peningkatan Jalan Lubuk Gedang – Simpang VI (Ag. Jaya – SP.3 Salangan Jaya) dengan Anggaran Rp. 11.860.800.000,004. Peningkatan Jalan Tanah Rekah – Simpang IV Teras Terunjam dengan Anggaran RP. 5.181.865.627,40
2. Kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu :
Dr H Rohidin Mersyah menyerahkan 458 SK GTT/PTT di Kabupaten Mukomuko yang langsung diserahkannya pada Senin (24/02/2020) bertempat di Aula MAN 2 Mukomuko didampingi langsung Bupati Mukomuko H Choirul Huda SH dan Sekda Kabupaten Mukomuko Drs H Marjohan.
Dengan di SK-kannya Para GTT/PTT Mukomuko yang berada di jajaran Pemprov Bengkulu ini mereka berhak :
GTT/PTT akan menerima 14 Bulan Gaji dalam satu tahun yang meliputi insentif pokok 12 bulan, 1 kali gaji 13 serta 1 kali THR
Diberi jaminan terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan
Terdaftar dalam sistem kepegawaian GTT/PTT yang diurutkan dari Usia, Lama Bekerja dan lain sebagainya, (Seandainya ada kebijakan pengangkatan dari Pusat maka Sistem Kepegawaian ini akan dipergunakan oleh Pemprov Bengkulu)
3. Sektor Komoditi,
Pada Poin ini bertahap Para Petani mulai merasakan dampaknya tidak hanya di Mukomuko namun juga di seluruh Provinsi Bengkulu
A. Sawit
Dalam pengembangan Kawasan Pulau Baai, Rohidin menyampaikan inisiasinya untuk pengembangan Terminal Curah Cair untuk komoditi Sawit dan CPO, tak hanya itu bersamaan dengan hal ini juga ada pembangunan Pabrik Minyak Goreng dan Pengolahan Kornel atau Biji Sawit yang ada di Kabupaten Seluma. Harga Sawit akan meningkat dengan dipasarkan langsung melalui Pulau Baai karena sebelumnya dipasarkan melalui Teluk Bayur dan Belawan yang menyebabkan terjadinya potongan harga.
B. Kopi
Untuk komoditi kopi Rohidin telah menemukan persoalan dasar mengapa Kopi Bengkulu harganya rendah dari daerah lain yakni biji kopi Bengkulu diekspor ke Daerah lain dengan harga rendah, kemudian diolah dan dipasarkan kembali oleh daerah eksportir tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
Menyikapi hal ini Rohidin mempatenkan Kopi Bengkulu dengan melakukan Penyertifikatan agar setiap Kopi Bengkulu yang diekspor melekat nama Bengkulu,
Menyiapkan resi gudang di Kepahiang dan terminal curah kering di Pulau Baai agar dapat melakukan ekspor sendiri yang langsung berdampak meningkatnya harga,
Mengupayakan perubahan status 47 ribu hektar lahan menjadi Hutan Sosial Kemasyarakatan agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik dan tidak was-was dikejar aparat. Kedua hal ini ditujukan untuk mendongkrak peningkatan harga yang nantinya akan berdampak langsung kepada kesejahteraan petani.
C. KaretKomoditi karet, Rohidin telah melakukan pembahasan sebelumnya bersama Bupati terkait terkait Pembangunan Pabrik Karet di Seluma dan Bengkulu Utara dengan mengolah hasil panen menjadi lempengan agar bisa diekspor ke Korea dan India sebagai eksportir terbesar. Hal ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Rencana ini telah berprogres, insvestor siap, dan harga karet akan naik secara signifikan dengan beroperasinya pabrik ini nantinya.
4. Nelayan
Pada sector perikanan Rohidin juga melakukan perlindungan kepada Nelayan tidak hanya di Mukomuko namun juga seluruh Provinsi Bengkulu diantaranya :
- Pelayanan Surat Izin Penangkapan, Penangkapan, Pelayaran secara Gratis untuk Nelayan, setiap nelayan yang teregister akan mendapat perlindungan seperti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka Nelayan akan menerima asuransi, pengamanan, pencarian yang masif karena terdata jelas.
- Mengeluarkan izin Penangkapan Benih-benih Lobster dengan syarat mengurus Kartu Pengenal.
Berikut penilaian masing-masing masyarakat Mukomuko berbagai kalangan tentang Kerja Nyata Rohidin :
"Kami sangat meyakini Rohidin-Rosjonsyah bisa mengangkat kesejahteraan nelayan, kami melihat dia serius mengembangkan pesisir dan caranya, ini terlihat bagaimana dia merespon setiap keluhan dan masukan. Kami siap mendukung dan mengantarkan Rohidin-Rosjonsyah menang di 9 Desember mendatang," ujar Salah Satu Nelayan Pulau Makmur Nasron.
"Sosok Rohidin sangat bagus dan cerdas mendorong pembangunan dan mengangkat kesejahteraan petani Sawit, Karet dan Kopi, semoga dirinya dapat kembali memimpin dan membuat Bengkulu menjadi lebih baik lagi," ujar Salah Satu Masyarakat Pulau Makmur Amri
Baca Juga : Rohidin Diusir, Masyarakat Desa Sibak : Pembangunan Sudah Dirasakan, Bapak Nggak Usah Datang Bapak Sudah Menang
Rohidin menerima kata-kata yang seakan diusir oleh masyarakat Desa Sibak dalam sesi tanya jawab, namun bukan dalam artian negatif, lantaran masyarakat menilai walaupun Rohidin tidak berkampanye di Desa mereka, Rohidin dipastikan tetap menang. Hal ini bukan tanpa alasan karena masyarakat telah merasakan pembangunan dan suara mereka bulat untuk Rohidin. Adapun faktor yang membuat masyarakat mendukung Rohidin-Rosjonsyah yakni progress pembangunan jalan yang masif yakni 80 dari 96 km jalan Provinsi di Mukomuko telah dibangun di era Rohidin dan sosok Wakil yang mendampingi Rohidin yakni Rosjonsyah yang dikenal dengan Jon Walet sudah sangat familiar dan dikenal sangat merangkul masyarakat serta merupakan keturunan kaum Mukomuko.
"Tujuan saya tadi kenapa Bapak Rohidin datang kemari dia kan sudah menang, Bapak Rohidin ini tidak ada yang nggak kenal selalu dia masuk seluruh wilayah Provinsi sampai ke desa-desa dia masuk, yang kedua memang tadi kenapa Jon Walet (Sapaan Akrab Rosjonsyah, red) disebutkan memang disini, Jon itu pertama kali masuk ke sini tahun 96 itu membuka usaha walet mengurus Walet di Ulok Air Seblat jadi sudah sangat membaur dan terkenal sekali," ujar Khatibin.
"Jadi disini bukan dalam artian kasar Bapak Rohidin kenapa dia datang kesini karena dia udah menang apalagi kawannya Jon. Kalau pembangunan semua sudah merasakan jalan Provinsi sudah mulus meski ada beberapa yang perlu dioptimalkan. Kami sangat siap untuk mendukung untuk dua periode," tegasnya.
Baca Juga : Minta Rohidin Tak Terpengaruh Kampanye 'Putra Daerah Walikota', Masyarakat Pondok Tengah : Bapak Telah Berbuat Untuk Mukomuko, Kami Telah Merasakan
Salah satu Emak-emak Pondok Tengah Rosmaini menjelaskan bahwa Rohidin sosok yang sangat merangkul dan sangat memperhatikan segala sektor mulai ekonomi petani, jalan, masjid, pendidikan, kesejahteraan guru dan honorer.
"Kami sangat berterima kasih Pak Rohidin telah berkunjung ke Desa kami, kami sangat bahagia. Kami sangat siap mendukung Pak Rohidin-Rosjonsyah, saya suka karakter Pak Rohidin itu pintar dan mendukung segala kegiatan masyarakat, baik dari sektor ekonomi petani dan ekonomi lainnya," tuturnya.
"Pak juga selalu mengutamakan fasilitas umum seperti jalan, Masjid, pendidikan yang sangat maju, dan juga memperhatikan pendidik seperti guru dan honorer," ujarnya.
Efendi salah satu masyarakat bercerita harunya ketika jalan di tempatnya telah dibangun Rohidin saat masih menjabat Gubernur karena sebelum dibangun banyak yang naas dan mengalami kecelakaan di jalan tersebut. Dirinya juga menyemangati Rohidin agar tidak terpengaruh dengan Kampanye 'Saya Gubernur Putra Daerah Jadi Walikota' karena dirinya menegaskan hal tersebut tidak akan berpengaruh besar mengingat mereka telah melihat Rohidin telah berbuat banyak untuk Kabupaten Mukomuko.
"Kalau bapak tidak bangun Jalan Sungai Ruyung sebelum Pilkada ini mungkin nama bapak tidak dikenal, sebelum dibangun kemaren banyak yang naas, adek-adek sekolah ke SP 6 banyak yang jatuh, tapi semenjak bapak bangun Inshaa Allah kami sangat mendukung dan kami merasakan sekali manfaat jalan yang bapak bangun itu," ujarnya.
"Jadi kalau ada kampanye yang menyebut Saya Jadi Gubernur Putra Daerah Jadi Walikota, kalau sebagian besar masyarakat di luar Kota Mukomuko nggak ngaruh pak, banyak mata pilih juga di luar Kota Mukomuko pak dan pengaruh bapak sudah sangat besar pak karena apa, akses jalan, replanting, cetak sawah, kami sudah merasakan pak dan bapak sudah banyak berbuat maka dari itu kami akan mendukung Bapak walaupun wajah Bapak baru kami," tuturnya.
Baca Juga : Doa dan Optimisme Masyarakat Penarik Iringi Perjuangan Rohidin-Rosjonsyah
Tokoh Agama Penarik KH Daim menuturkan dirinya berharap besar kepada kepemimpinan Rohidin lantaran dia memiliki sifat seorang pemimpin yang ada di ajaran islam. Di sisi lain masyarakat sudah melihat jerih payahnya untuk membangun Bengkulu yang lebih baik. Dirinya juga menyampaikan doa dan optimisnya untuk kemenangan Rohidin-Rosjonsyah.
"Alhamdulillahi rabbil alamin syukur cukup menggembirakan dikunjungi Pak Rohidin karena menurut kami atas nama warga masyarakat khususnya Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko cukup bagus dipimpin Pak Dr H Rohidin yang berpasangan dengan Dr H Rosjonsyah semoga dikabulkan oleh Allah SWT. Menurut pengamatan kami Pak Rohidin dia itu Sidiq, Amanah, Tabligh, Fatonah, artinya ada kejujuran disamping itu beliau adalah tidak tersandung kasus-kasus artinya dia jurdil. Semua terobosan rasanya sudah dirasakan masyarakat untuk itu perlu dilanjutkan," ujarnya.
Di sisi lain, Rohidin juga menyampaikan permohonan maafnya, “Saya memohon maaf kepada Bapak dan Ibu sekalian, karena di tahun 2020 ini pembangunan kita terhenti karena Pademi Covid-19 yang tengah mewabah seperti yang kita ketahui. Sebelumnya saya mentargetkan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi selesai, namun anggaran kita di refocusing untuk menangani pandemi. Saya rasa tidak hanya anggaran pembangunan Provinsi saja yang terhenti di Desa juga terhenti dan difokuskan untuk menangani Covid-19. Namun Bapak/Ibu sekalian tidak usah khawatir Pak Rohidin ini masa jabatan periode ini masih sampai 2021 dan Inshaa Allah pembangunan akan kita lanjutkan serta kita berdoa agar pandemic Covid-19 dapat berangsur menghilang,”.(Red)