Sinkronisasi Program, BPBD Provinsi Bengkulu Kunjingi Daerah Rawan Bencana
Jurnalbengkulu.com - BPBD Kabupaten/Kota yang berada di kawasan rawan bencana diimbau untuk siaga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Jaduliwan,SE, MM pada saat melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang, Pada Kamis-Jumat (30 Juni-1 Juli 2022).
“Mengingat curah hujan saat ini cukup tinggi, kawasan rawan bencana seperti longsor dan banjir untuk siaga, salah satunya mempersiapkan peralatan kebencanaan,” ungkap Jaduliwan dalam sambutannya.
Kunjungan kerja ini dalam rangka Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan sekaligus memantau lokasi rawan bencana di Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.
Dalam kesempatan ini Jaduliwan juga menyampaikan, BPBD kabupaten segera mengajukan proposal usulan program-program kegiatan dan usulan bantuan kepada BNPB di Jakarta.
Kemudian BPBD kabupaten diminta untuk merapikan peralatan kebencanaan, mulai dari kendaraan operasional bencana hingga alat penyelamatan.
“Untuk personil BPBD diharapkan aktif berkoordinasi dan sosialisasi terkait kebencanaan, serta harapan kedepannya seluruh BPBD seprovinsi Bengkulu dapat berkoordinasi, berkoordinasi dan bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di Provinsi Bengkulu. “ungkap Jaduliwan”
Dalam kegiatan ini Jaduliwan juga mengecek ke lokasi longsor yang sedang terjadi di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan Kepahiang.
Kegiatan BPBD ini diapresiasi anggota DPRD Provinsi Bengkulu Andika Putra. Menurut Andika, kunjungan ke daerah rawan bencana sangat efektif untuk mengetahui titik-titik waran bencana serta mencari solusi untuk pencegahan bencana alam.
"Dengan mengetahui langsung lokasi rawan bencana, maka dapat diketahui cara penanganannya. Semoga program yang akan dilaksanakan untuk kegiatan siaga bencana tepat dan bermanfaat", tambah Andika. (Adv/Red)