SILEK LUNCUA NAGARI LUNANG, PESISIR SELATAN
Oleh : Suci Ramadhani dari mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Silek atau Silat dalam bahasa indonesia adalah salah satu seni bela diri tradisional Minangkabau yang berasal dari wilayah Sumatera Barat. Secara asasnya, silek berfungsi sebagai antisipasi pertahanan diri masyarakat Minangkabau untuk menjaga nagari bangso minangkabau (tanah Sumatera Barat) dari ancaman musuh sewaktu waktu yang bisa datang.
Pada perkembangannya silek masih aktif sampai saat ini, salah satunya di kampung saya sendiri di Lunang, Pesisir Selatan dengan mengembangkan perguruan Silek Luncua.
Pendiri perguruan silek ini bernama Dt Sinaro. Beliau menamakan perguruan silek Luncua. Lokasi perguruan silek ini berada di Nagari Lunang ,Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Nama guru gadang/pelatih dari perguruan ini bernama bapak Jujur ,yang kini sudah diturunkan pada anaknya yang bernama Gustian. Di perguruan ini murid yang belajar silek dari sabuk putih , kuning sampai tingkat paling tinggi memakai sabuk merah, jika sudah memakai sabuk merah berarti sudah bisa menjadi pelatih. Setiap pengambilan sabuk nantik adapula tempat khusus di pemakaman nenek moyang di Lunang, dan pengambilan sabuk tersebut dilakukan personal dan tidak berombongan. Yang boleh dibawa ketempat itu hanya senter.
Jurus-jurus silek yang ada di Silek Luncua.
Untuk jurus yang ada diperguruan ini di dapatkan setelah mengambil sabuk kuning dan merah yang mana kalau sudah mendapatkan sabuk tersebut berarti murid ini sudah mendalami ilmu dari silek luncua. jurus silek nya sebagai berikut:
1. Sauak
• Sauak ateh
• Sauak bawah
2. Tangkok
• Tangkok patah lutuik
• Tangkok sabuik sasek
• Tangkok batang padi
• Tangkok baruak
• Tangkok patah lutuik
• Tangkok sambuik sasek
• Tangkok batang padi
• Tangkok baruak
• Tangkok sambuik rabah
• Dll
3. Gelek
4. Alang babega
5. Ampok
Teknik yang digunakan dalam silek :
1.serangan 2.elakan
3.kuncian 4.belaan
Hambatan dan tantangan yang dirasakan oleh pak al dalam mengembangkan perguruan silek empat banding budi ini :
1. Kondisi Lingkungan
yang menjadi salah satu hambatan yang kurang mendukung dalam mengembangkan perguruan silek.
2. Peralatan
Di sini menjadi hambatannya dalam penyediaan peralatan dalam belajar silek baik sarana maupun prasarananya.
3. Pembiayaan
Perguruan ini tidak memungut biaya perharinya, jadi biaya menjadi salah satu hambatan dalam mengembangkan perguruan.
Dari banyaknya hambatan dalam mengembangkan perguruan ada juga tantangan yang harus di hadapi, banyaknya orang yang tidak merespont adanya perguruan silek ini. Minim sekali peminat anak muda sekarang dalam mengikuti silek,untuk segi anggaran pembiayaan silek. Para pendiri perguruan berusaha untuk supaya silek ini semakin banyak diminati dan terus berkembang dari generasi ke generasi.