Seni Pertunjukan Minangkabau : Tari Bailau di Solok, Sumatera Barat
Oleh : Fina Rahmadani, Mahasiswa Universitas Andalas
Tari Bailau merupakan sebuah seni pertunjukan Minangkabau yang berasal dari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tari Bailau merupakan sebuah ritual untuk meratapi kematian seorang anak. Tari Bailau ini merupakan sebuah seni pertunjukan di Minangkabau, selain dilakukan saat ritual untuk meratapi kematian seorang anak Bailau ini biasanya juga dilakukan pada kegiatan upacara peringatan Bundo Kanduang serta Festival Kesenian.
Tari Bailau ini dilakukan ketika ada seorang anak dari sebuah keluarga yang meninggal dunia di perantauan (rantau) yang jenazahnya tersebut tidak bias dikebumikan di kampung halamannya, maka dilakukanlah tradisi ini yang bertujuan untuk mengenang arwah sang anak. Makna dari Tarian ini adalah sebagai ratapan, rasa sesal, kesedihan, dari seorang ibu yang anaknya di perantauan.
Untuk melaksanakan ritual ini badan sang anak yang sudah meninggal digantikan dengan media “Batang Pisang”. Memakai batang pisang dikarenakan sifatnya sama dengan manusia yaitu pantang bertunas untuk kedua kalinya. Busana penari Bailau menggunakan pakaian tradisional Minangkabau yang biasanya berwarna gelap sebagai simbol duka cita. Untuk musik pengiring Tari Bailau menggunakan alat musik tradisional Minangkabau seperti Talempong dan Saluang.
Dengan seiring berjalannya waktu, Tradisi Bailau ini sudah mulai hilang, ada baiknya tradisi ini dihidupkan kembali agar orang-orang tahu bahwa tarian ini merupakan tarian asli dari Minangkabau, yang bentuknya merupakan sebuah tradisi dalam pertunjukan seni, kita harus melestarikan ritual tradisi dan fenomena budaya ini. Bailau mulai hilang semenjak transportasi sudah modern, munculnya transportasi canggih seperti pesawat yang dapat dilakukan dari mana saja, sehingga jarang sekali terdapat jenazah yang tidak dapat dipulangkan ke kampung halamannya. Semenjak itu, Bailau berubah fungsi menjadi fenomena budaya atau sebuah seni pertunjukan hiburan.