Seni Pertunjukan Gambus: Warisan Budaya Islami yang Penuh Harmoni
Oleh : Revy Trisma Wahyuni Mahasiswa Universitas Andalas
Di jembatan harmoni antara tradisi dan inGambus merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki akar budaya Islami dan berkembang pesat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ini menggabungkan elemen musik, tarian, dan syair keagamaan, menciptakan harmoni yang memukau sekaligus menjadi sarana dakwah dan hiburan masyarakat. Gambus tidak hanya sekadar kesenian, tetapi juga simbol identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah dan religi.
*Sejarah dan Asal-usul Gambus
Seni Gambus memiliki akar kuat dari tradisi Timur Tengah, khususnya dari kawasan Arab. Kata "gambus" sendiri merujuk pada alat musik berdawai yang berasal dari Yaman. Alat musik ini dibawa ke Nusantara melalui jalur perdagangan pada abad ke-13 hingga 15 Masehi, bersamaan dengan masuknya agama Islam. Dalam perkembangannya, Gambus mengalami akulturasi dengan budaya lokal sehingga memiliki karakteristik yang unik di setiap daerah, seperti di Riau, Sumatera Utara, hingga Kalimantan.
Gambus awalnya digunakan dalam kegiatan keagamaan sebagai media untuk menyampaikan ajaran Islam. Syair-syair yang dilantunkan berisi pesan-pesan moral, keagamaan, dan kisah-kisah para nabi. Namun, seiring waktu, Gambus juga menjadi bagian dari hiburan rakyat yang ditampilkan dalam berbagai acara adat, perayaan, atau festival budaya.*Ciri Khas Pertunjukan Gambus
Pertunjukan Gambus memiliki beberapa elemen utama yang membuatnya unik dan menarik. Berikut adalah ciri khasnya:
1. Musik dan Alat Musik
Musik Gambus didominasi oleh suara alat musik dawai seperti gambus itu sendiri, yang bentuknya mirip dengan kecapi atau oud dari Arab. Selain itu, terdapat tambahan alat musik perkusi seperti gendang, marwas, atau rebana yang memperkaya irama. Beberapa kelompok Gambus modern juga menambahkan instrumen seperti keyboard dan gitar bass untuk menciptakan nuansa yang lebih dinamis.2. Syair dan Lagu
Lirik dalam pertunjukan Gambus biasanya berbahasa Arab, Melayu, atau campuran keduanya. Syair yang dibawakan sering kali mengandung makna religius, nasihat kehidupan, atau puji-pujian kepada Allah. Beberapa lagu Gambus yang populer di kalangan masyarakat antara lain "Ya Hanana" dan "Sholatun Bissalamil Mubin."3. Tari dan Gerakan
Dalam beberapa pertunjukan Gambus, tarian menjadi elemen pendukung yang memperindah penampilan. Gerakan tari cenderung sederhana tetapi penuh makna, sering kali mencerminkan keharmonisan dan rasa syukur. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari wanita yang mengenakan busana sopan dengan warna-warna cerah.4. Busana Tradisional
Para penampil Gambus umumnya mengenakan busana khas Melayu atau pakaian dengan sentuhan budaya Arab. Para pria memakai baju kurung atau gamis, sementara wanita menggunakan jilbab atau kerudung dengan motif tradisional.*Peran dan Fungsi Gambus dalam Masyarakat
Seni Gambus memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berikut beberapa fungsi seni ini:
1. Sarana Dakwah
Sebagai seni Islami, Gambus menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai agama kepada masyarakat. Melalui syair dan lagu, pesan-pesan kebaikan dapat diterima dengan cara yang menyenangkan.2. Identitas Budaya
Gambus mencerminkan identitas budaya Melayu yang berakar pada tradisi Islam. Keberadaan Gambus menjadi simbol kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan.3. Hiburan
Dalam berbagai acara seperti pernikahan, sunatan, atau perayaan hari besar Islam, pertunjukan Gambus sering dijadikan hiburan. Musiknya yang meriah dan syairnya yang penuh makna membuatnya disukai oleh berbagai kalangan.4. Pemersatu Komunitas
Seni Gambus sering kali menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, baik sebagai penampil maupun penonton. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan mempererat hubungan sosial.*Perkembangan Gambus di Era Modern
Di era modern, seni Gambus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Beberapa kelompok Gambus mulai menggabungkan alat musik tradisional dengan alat musik modern untuk menarik perhatian generasi muda. Selain itu, penyebaran musik Gambus juga semakin meluas berkat media sosial dan platform digital.
Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Beberapa kelompok seni Gambus merasa khawatir bahwa modernisasi dapat mengurangi nilai-nilai tradisional yang menjadi inti dari seni ini. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi.*Upaya Pelestarian Seni Gambus
Pelestarian seni Gambus memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, seniman, hingga masyarakat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Festival dan Kompetisi
Mengadakan festival Gambus secara rutin dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan seni ini kepada generasi muda dan menarik minat wisatawan.2. Pendidikan Seni
Seni Gambus dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, terutama di daerah yang memiliki tradisi kuat terhadap seni ini. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sejak dini.3. Dukungan Teknologi
Pemanfaatan media digital seperti YouTube atau Spotify dapat membantu menyebarkan musik Gambus ke audiens yang lebih luas. Selain itu, dokumentasi digital juga penting untuk menjaga keberlangsungan seni ini.4. Komunitas dan Sanggar
Membentuk komunitas atau sanggar seni Gambus di berbagai daerah dapat menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk berkreasi dan berbagi pengalaman.Kesimpulan
Seni pertunjukan Gambus adalah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai religius dan tradisional. Dengan keindahan musik, syair, dan tariannya, Gambus tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga media edukasi dan pemersatu masyarakat. Dalam menghadapi tantangan modernisasi, penting untuk terus melestarikan seni ini agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi mendatang. Seni Gambus adalah bukti nyata betapa budaya dapat menjaovasi.