Pemkot Bengkulu Siapkan Perwal Smart City, Target 70 Persen Program Terealisasi
JurnalBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan komitmen serius dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pengembangan program Smart City atau Kota Cerdas.
Memasuki tahun 2026, berbagai langkah strategis terus dilakukan guna mempercepat implementasi Smart City yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi birokrasi serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, mengungkapkan bahwa saat ini pengembangan Smart City telah memasuki tahap krusial, yakni penyusunan landasan hukum sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.
“Saat ini draf Peraturan Walikota (Perwal) sudah kami siapkan dan sedang dibahas lebih lanjut oleh bagian hukum. Target kami, regulasi ini rampung tahun ini agar menjadi dasar kuat bagi seluruh program Smart City di Kota Bengkulu,” ujar Nurlia Dewi dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, keberadaan payung hukum sangat penting agar integrasi teknologi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki dasar pelaksanaan yang jelas dan terarah.
Setelah regulasi tersebut disahkan, Pemkot Bengkulu juga akan membentuk tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) walikota. Tim ini dirancang bersifat kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, masyarakat sebagai pengguna layanan, lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan, Badan Pusat Statistik (BPS) untuk integrasi data, hingga pelaku usaha guna mendukung ekosistem ekonomi digital.
“Tujuannya agar pengembangan Smart City ini benar-benar terintegrasi dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, bukan hanya sekadar proyek teknologi informasi saja,” tambahnya.
Dalam implementasinya, pembangunan Smart City di Kota Bengkulu akan bertumpu pada enam pilar utama sebagai kerangka kerja.
Pertama, Smart Governance, yang berfokus pada mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan efisien.
Kedua, Smart Branding, yakni memperkuat identitas kota guna menarik investasi dan meningkatkan sektor pariwisata.
Ketiga, Smart Economy, yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital.
Selain itu, terdapat pula pilar Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan kota yang berkelanjutan.
Pemkot Bengkulu pun menargetkan capaian yang cukup ambisius. Dalam empat tahun ke depan, minimal 70 persen program yang tercantum dalam Master Plan Smart City sudah mulai terealisasi.
Nurlia menegaskan bahwa pencapaian tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.
“Pak Wali menginginkan akselerasi. Kita ingin hasil nyata dari program Smart City ini bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat,” tegasnya.