Menolak Politik Dinasti di Indonesia
Penulis :
Nama: Muhammad Alfarez
Nim: 2310831002
Jurusan: Ilmu Politik
Mahasiswa Universitas Andalas
Dalam suatu partai politik tidak dapat dipungkiri adanya oligarki yang dapat mempengaruhi kandidat pencalonan yang dimana tidak sesuai dengan semestinya. Pencalonan kandidat oleh parpol seringkali berdasarkan keinginan dari para elit yang berkuasa pada partai tersebut, sehingga pencalonan dilakukan tidak sesuai kualitas dan integritas calon tersebut. Hal seperti inilah dapat merusak demokrasi dalam partai politik itu sendiri.
Berkembangnya politik dinasti ini timbulnya pandang pro dan kontra terhadap politik dinasti. Masyarakat beranggapan bahwa, politik dinasti ini akan memicu tindak korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Perlu kita ketahui bahwa Politik Dinasti dan Dinasti Politik itu memiliki arti yang hampir sama dan berkaitan.
Politik Dinasti adalah proses mobilisasi regenerasi kekuasaan kaum oligarki yang bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan, sedangkan Dinasti Politik adalah sistem reproduksi kekuassan yang mengandalkan hubungan kekeluargaan.
Dinasti Politik sudah ada sejak zaman Soekarno yang dimana keturunannya Megawati Soekarno Putri melanjutkan profesi Soekarno menjadi politisi, pada presiden Abdurrahman Wahid yakni terjunnya saudara-saudara kandungnya ke dunia politik, Megawati Soekarno Putri dilanjukan oleh Puan Maharani seorang ketua DPR RI, dan pada masa Joko Widodo juga melakukan dinasti politik yakni Gibran Rakabuming Raka menjadi Walikota SOLO dan saat ini beliau juga menjadi cawapres.
Praktik politik dinasti ini tidak hanya dilakukan untuk negara, tetapi bisa dilakukan dalam pencalonan menjadi Gubernur, Bupati, Walikota, dll. Fenomena politik dinasti ini sudah menjadi rahasia umum untuk dibahas dalam masyarakat. Praktik politik dinasti atau dinasti politik ini merupakan penyakit dalam demokrasi.
Indonesia seharusnya dapat meniru bagaimana politik dinasti yang dapat berjalan dengan baik misalnya, Dinasti Kennedy yaitu dinasti yang cerdas, berkualitas, berintegritas dan religius. Dinasti Nehru-Ghandi yaitu dinasti yang memperjuangkan dalam mewujudkan india yang modern.
Dinasti politik juga dapat membahayakan integritas negara karena tidak adanya kritikan, pengawasan, dan juga mengalami ketimpangan karena politik dinasti sudah mampu mengakumulasikan pengaruh, kekayaan, penguasaan terhadap wilayah.
Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia harus menolak dengan adanya politik dinasti atau dinasti politik dalam sistem demokrasi kita agar adanya kebebasan berpendapat yang dilakukan oleh masyarakat dan juga negara Indonesia ini dapat dikontrol oleh orang-orang yang mempunyai prestasi dan track record yang baik.