Hapkido Bengkulu Raih 16 Medali, Teuku Zulkarnain Siapkan Evaluasi Atlet Menuju PON 2028
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Wajah baru mewarnai kiprah Hapkido Bengkulu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 2026 dan Kejuaraan Tingkat Nasional Terbuka (Open) III Cadet di GOR Siger, Bandar Lampung.
Salah satu kejutan datang dari atlet muda Bengkulu, Arya Dwi Prasetyo. Turun untuk pertama kalinya di kelas Long Jump Junior Putra, Arya justru mampu tampil gemilang dan meraih medali emas.
Debut tersebut menjadi catatan menarik karena kelas Long Jump memiliki karakteristik tersendiri. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga menguasai teknik jatuhan dan mampu melewati rintangan secara horizontal dengan teknik yang tepat.
Arya berhasil mencatat lompatan sejauh 3,2 meter. Prestasi tersebut diraih setelah Arya menjalani latihan secara mandiri di dojang dan tampil maksimal saat pertandingan.
Keberhasilan Arya sekaligus menunjukkan munculnya potensi baru dalam pembinaan atlet Hapkido Bengkulu.
Pada ajang tersebut, Pengprov Hapkido Bengkulu menurunkan 28 atlet yang tampil di berbagai kelas, baik kategori profesional maupun amatir. Secara keseluruhan, kontingen Bengkulu berhasil membawa pulang 16 medali.
Selain emas Arya, sejumlah atlet Bengkulu juga berhasil meraih medali pada kategori Kejurnas maupun Open.Medali emas diraih Arya Dwi Prasetyo pada Long Jump Junior Putra.
Sementara medali perak Kejurnas diraih Fharel Erlangga Hustuchri pada Senior Putra Daeryun U67 Kg, Ria Puspita Dewi pada Senior Putri Daeryun U55 Kg, dan Kenzie Meanzi pada Junior Putra Daeryun U55 Kg.
Untuk medali perunggu Kejurnas, Bengkulu mendapat tambahan dari Muhammad Dzikri Istibra pada Long Jump Junior Putra, Agil Fitra Nopriansya pada Senior Putra Daeryun U84 Kg, Yeli Triana Lestari pada Senior Putri Daeryun U55 Kg, Roby Aldian pada Senior Putra Daeryun U62 Kg, Daffa Aleandro Lorenzo pada Senior Putra Daeryun U78 Kg, serta Fitry Virginia Agustin pada Junior Putri Daeryun U42 Kg.
Sementara pada kategori Open, enam atlet Bengkulu berhasil menyumbangkan medali perak. Mereka adalah Rasyid Marantika Khan (Cadet Putra Daeryun 30 Kg), Natania Rizki Ananda (Junior Putri Daeryun U42 Kg), Raffasya Azka Hustuchri (Junior Putra Daeryun U39 Kg), Ferdy Saputra (Junior Putra Daeryun U47 Kg), Rhenji Galviano (Cadet Putra Daeryun U41 Kg), dan Radhiyah Salma Maisyah (Cadet Putri Daeryun U44 Kg).
Fharel dan Kenzie Gagal Pertahankan Emas
Di sisi lain, dua atlet binaan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui KONI Bengkulu, Fharel Erlangga Hustuchri dan Kenzie Meanzi, harus puas membawa pulang medali perak.
Fharel yang baru pertama kali tampil membawa nama Bengkulu di ajang tersebut sebelumnya dikenal sebagai atlet yang memperkuat Jawa Tengah selama dua tahun. Pada babak pertama, Fharel dinyatakan menang walkover (WO) setelah lawannya dari Kalimantan Timur tidak hadir.
Di babak kedua, Fharel berhasil mengalahkan atlet Bandar Lampung. Namun, langkahnya terhenti di partai final setelah dikalahkan atlet Jawa Barat dengan skor 8-16.
Hasil tersebut menjadi evaluasi tersendiri bagi KONI Bengkulu. Pasalnya, pada kejuaraan sebelumnya Fharel pernah meraih prestasi ketika membela Jawa Tengah, sementara Kenzie juga sebelumnya mampu membawa pulang medali emas.
Kini, keduanya harus puas berada di posisi kedua pada kelas masing-masing.
KONI Jadikan Kejurnas sebagai Uji Kualitas Menuju PON 2028.
Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengatakan Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi binaan KONI Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, dua atlet tersebut diikutsertakan dalam Kejurnas sebagai bagian dari program uji tanding sekaligus mengukur kualitas dan perkembangan kemampuan atlet menghadapi persiapan menuju PON 2028.
"Fharel dan Kenzie meraih medali perak. Saya ucapkan selamat atas keberhasilannya. Namun, prestasi atlet tetap menjadi bahan evaluasi KONI Provinsi Bengkulu secara berkesinambungan. Kejurnas Hapkido IX 2026 Senior-Junior menjadi ajang uji tanding bagi kedua atlet ini," ujar Teuku Zulkarnain.
Ia menegaskan, hasil kejurnas akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan atlet yang layak masuk dalam program pembinaan KONI Bengkulu.
Evaluasi tersebut, kata Teuku, dapat berujung pada perubahan komposisi atlet binaan, baik melalui pengurangan atlet yang dinilai belum memenuhi target maupun penambahan atlet baru yang menunjukkan potensi dan prestasi.
"Atlet yang ada akan terus dievaluasi. Secara teknis bisa saja dilakukan degradasi berdasarkan sejumlah pertimbangan, atau menambah atlet yang memang memiliki potensi berdasarkan hasil kejuaraan yang diikuti," katanya.
KONI Bengkulu, lanjut Teuku, saat ini memfokuskan program pembinaan pada atlet-atlet berprestasi dan berpotensi meraih medali pada PON mendatang.
Hasil Kejurnas Hapkido 2026 pun menjadi salah satu tolok ukur untuk memetakan kekuatan atlet Bengkulu sekaligus memperbaiki capaian prestasi dan posisi Bengkulu pada PON 2028.
Kemunculan Arya Dwi Prasetyo dengan emas pada debutnya di kelas Long Jump menjadi sinyal bahwa regenerasi atlet Hapkido Bengkulu mulai menunjukkan hasil, sekaligus membuka peluang lahirnya nama-nama baru dalam persiapan menuju panggung olahraga nasional.G image widget