Fakta Urang Awak
OLEH : YUZI FEBRIANI, JURUSAN SASTRA MINANGKABAU UNIVERSITAS ANDALAS
Urang awak atau biasa menjadi panggilan khas orang minangkabau kepada dirinya sendiri, Minangkabau adalah suku bangsa yang berkembang di wilayah Sumatera yang memiliki ciri khas akan budaya yang unik dan kaya yang memiliki simbol rumah gadang serta memiliki kuliner terkenal didunia. Minangkabau berasal dari kata minang yang berarti menang dan kabau berarti kerbau karena dalam Sejarah nama Minangkabau diambil dari kisah pertarungan kerbau yang dimenangkan oleh orang ranah (Nama sebelum Minangkabau). Banyak fakta yang menyebutkan karakter Urang awak atau orang minang yang sebenarnya. Menganut sistem matrilineal, sistem matrilineal adalah sistem garis keturunan ibu, orang minang menganut garis keturunan ibu adalah karena itu ibu atau Perempuan sangat dijunjung tinggi dalam miangkabau dan harta sako pusako diturunkan kepada Perempuan. Selain itu diminangkabau mempunyai berbagai macam suku yang diturunkan oleh garis keturunan ibu. Orang Minangkabau juga dikenal pandai mengatur uang sebagian orang minang dikatakan pandai mengatur uang karena beberapa orang minangkabau menggunakan uang pada porsinya dan orang minang dikenal hemat dan rajin menabungnya tapi opini ini tidak bisa dikatakan betul seutuhnya karena pandai mengatur uang merupakan kepribadian bagi setiap orang dan tidak bisa dipatakkan kepada etnis tertentu.
Orang Minangkabau mempunyai rasa sosial yang tinggi kenapa orang minang dikatakan mempunyai rasa sosial yang tinggi karena orang minang menjunjung tinggi rasa sosial terhadap sesasama, dalam acara di ranah minang, rasa sosial ini sangat dinampakkan contohnya membantu memasak untuk acara pernikahan tetangga sekitar rumah seminggu sebelum acara sudah mulai membantu persiapan dimulai goreng menggoreng bawang, membuat kue. Dan pas hari h nya para tetangga akan bermalam dirumah orang yang mengadakan acara dan bangun dini hari untuk masak secara Bersama sama. Di minang tidak hanya acara Bahagia, duka juga meningkatkan sosial yang tinggi saat orang meninggal di suatu rumah para tetangga dan kerabat berbondong pergi kerumah tersebut membawa sabun dan beras dan malam harinya akan dialakukan doa Bersama tidak sampai disitu aka nada hari ke 3,7 dan 100, hari ke 3,7 akan dilakukan doa Bersama dan hari ke 100 akan masak dan doa Bersama, acara tersebut sebagai bentuk support untuk keluarga yang ditinggalkan.
Orang Minangkabau terkenal sebagai Pedagang yang handal, Kenapa orang minang terkenal dengan pedagang yang handal karena menurut adat oaring minang itu kuat terutama laki-laki, laki-laki miang tidak diberi harta pusaka karena diminangkabau pewaris harta pusaka adalah Perempuan dan karena menganut system matrilineal garis keturunan ibu. Jadi lelaki minang itu tangguh kerja keras dan beruha dari nol, karena berani berusaha dari nol , keberanian itu lah yang membuat orang minang menjadi pedagang yang handal karena dalam bisnis keberanian adalah kunci kesuksesan. Selain itu orang minang juga terkenal dengan ketidak sukaannya dalam diperintah karena itu lah ada yang mengatakan lebih berusahan sendiri membangun kecil-kecilan asalkan kita bosnya bukan anak buah yang diperintah.karena itu lah orang minang menjadi pedagang yang hadal.
Ahlinya dalam urusan tawar menawar, ini merupakan fakta bagi ibu-ibu diminangkabau tawar menawar merupakan hal wajib sebelum membeli sesuatu harga jual yang kadang terlalu tinggi yang mengakibatkan wajib untuk tawar menawar apa lagi bagi ibu-ibu di Minangkabau mereka akan menawar serendah mungkin sampai mereka merasa puas dengan pewarannya maka dari itu terkadang pedagang juga cukup cerdas dalam memasang harga yang mengakibatkan tidak adanya pihak yang dirugikan.
Orang Minangkabau suka merantau, merantau adalah meninggalkan kampung halaman dengan kemauan sendiri untuk jangka waktu yang lama atau dengan tujuan mencari penghidupan, menuntut ilmu dan mencari pengalaman. Di zaman dahulu Ketika Minangkabau masih berbatas pada luhak nan tigo, pergi ke Pantai timur atau ke Pantai barat sudah dipandang merantau. Walaupun wilayah Minangkabau kemudian bertambah luas mencakup seluruh Pantai barat dan bagian timur Sumatra bagian Tengah, istilah merantau tetap dapat di pakai bila orang pergi ketempat yang disebutkan. Merantau sudah menjadi budaya orang minang, alas an orang minang suka merantau adalah belum berguna dikampung tujuannya untuk memunculkan kemandirian dan mencari pengalaman. Selain itu orang minang merantau juga karena menimba ilmu pengetahuan, karena orang minang menganggap tidak hanya sebatas Minangkabau untuk mencari ilmu. Ilmu yang di dapat akan dikembang untuk kampung halaman. Alasan orang minang merantau adalah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau biasa disebut diminangkabau mancari isi pariuk. Mencari pangkat atau jabatan ditanah perantauan mereka membangun reputasi segala kemampuan mereka salurkan dengan umpan balik orang akan menyukai mereka. Banyak orang minang yang sukses diperantauan.
Menjunjung tinggi adat istiadat , Adat diminangkabau ada empat, Adat nan sabana adat maksudnya disini adat yang tidak bisa berubah atau ketentuan allah yang tidak bisa dirubah manusia seperti air hujan yang turun kebawah menurut ketentuan allah, api yang panas menurut ketentuan allah, jadi adat yang sabana adat adalah aturan allah yang tidak bisa diubah. Adat nan diadatkan aturan yang dibuat oleh datuk parpatih nan sabatang dan datuk katumanggungan karena mereka diminangkabau adalah pondasi Minangkabau contoh aturannya garis keturunan menurut ibu atau matrilineal dan larangan menikah sesuku. Adat nan taradat dibuat oleh pimpinan seperti penghulu dalam nagari masing-masing contohnya aturah akikah dan sunat rosul dalam suatu nagari. Adat istiadat adalah perbedaan adat dari RT satu dengan RT lain. Oleh karena itu orang minang sangat menjunjung tinggi perbedaan adat istiadat aturan-aturan yang berlaku.