Empat Warga Bengkulu Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja, GARIS Minta Bantuan Gubernur
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait empat warga Kota Bengkulu yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan saat ini berada di Phnom Penh, Kamboja.
Iman SP Noya yang bertindak sebagai pendamping korban dan keluarga korban menyampaikan permohonan bantuan secara langsung kepada Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian agar dapat memfasilitasi pemulangan keempat korban ke tanah air.
“Kami bersama keluarga korban memohon bantuan Bapak Gubernur Bengkulu dan Wakil Gubernur Bengkulu untuk membantu memulangkan empat warga Kota Bengkulu yang saat ini berada di KBRI Phnom Penh, Kamboja,” ujar Iman.
Keempat korban tersebut masing-masing bernama Ardi (29), Deni F (33), Imron (29), dan Engga (36). Berdasarkan keterangan keluarga dan korban, mereka awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di Taiwan. Namun, kenyataannya mereka justru diberangkatkan ke Kamboja dan diduga menjadi korban perdagangan orang.
Iman mengungkapkan, selama beberapa minggu para korban mengalami perlakuan tidak manusiawi berupa penyiksaan fisik. “Mereka dipukul dan bahkan disetrum. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan membuat keluarga korban sangat terpukul,” katanya.
Saat ini, keempat warga Bengkulu tersebut berada di bawah perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Namun, proses pemulangan masih membutuhkan dukungan dan campur tangan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Keluarga korban sangat berharap adanya kepedulian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu agar para korban bisa segera dipulangkan dan mendapatkan pemulihan secara fisik maupun psikologis,” tambah Iman.
Kasus ini menambah daftar panjang warga Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang dengan modus penawaran kerja di luar negeri. Iman menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga para korban dapat kembali dengan selamat ke Bengkulu.