BPBD Provinsi Bengkulu Terus Lakukan Koordinasi Penanganan Dampak Banjir
Jurnalbengkulu.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, melalui Kepala Bidang Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah menjelaskan dampak dari banjir akhir pekan lalu mengakibatkan sejumlah kabupaten terdampak, (9/2/2022)
Ada 8 kabupaten dan kota terdampak cuaca ekstrem. Yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, Kaur, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kepahiang dan Mukomuko.
“Selain 1.407 rumah, ada 87 Ha sawah terendam, 4 Ha kolam rusak, akibat banjir maupun longsor ini,” sampainya.
Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dampak adanya bencana, akibat guyuran hujan deras ini.
Diketahui yang menyebabkan akses jalan nasional lintas Bengkulu- Sumbar terputus di wilayah Batiknau. Lalu, akses menuju Desa Tanjung Genting Kecamatan Air Besi masih terisolir.
“Sehingga untuk para warga terdampak banjir ini memerlukan kebutuhan yang mendesak. Diantaranya, makanan, air bersih, dan tenda pengungsi. Kemudian, kondisi terparah ada di Kabupaten Bengkulu Utara.
Pihaknya juga mengingatkan agar semua pihak mewaspadai potensi terjadinya bencana banjir. Khususnya bagi kawasan rawan terjadi banjir.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar mengantisipasi selain persediaan sandang pangan. Juga siap mengamankan dokumen dan berkas penting lainnya. “Antispasi jika terjadi susulan, ” pungkasnya.
Koordinasi dan upaya penanganan yang dilakukan BPBD Provinsi Bengkulu mendapat sorotan dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu ANdika Putra. Menurut Adika, upaya koordinasi dan sinergi BPBD PRovinsi Bengkulu dengan pihak terkait untuk penanganan banjir harus terus dilakukan semaksimal mungkin."BPBD Provinsi Bengkulu terus koordinasi dan memantau titik-titik lokasi terdampak banjir, jangan sampai masyarakat merasa sendiri dalam mengatasi musibah banjir ini. Peran pemerintah dalam hal ini BPBD untuk penanggulangan bencana sangat diharapkan oleh masyarakat terdampak bencana". (Adv/Red)