Aisyah Nuraini Kharomah , Melalui Prestasi Bercerita Harumkan Nama Bengkulu Go Nasional
Jurnalbengkulu.com – Aisyah Nuraini Kharomah (10), pelajar kelas 5 SD Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Tengah Berhasil mengharumkan Nama Bengkulu ke tingkat Nasional dengan Prestasi yang diraih dengan perjuangan yang dilalui dari mengikuti lomba tingkat Kabupaten ,tingkat Provinsi dan mendapat juara pertama lomba bercerita tingkat SD/MI yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tahun 2019, pada akhirnya menuju ketingkat Nasional kali ini.

Suatu kebanggan, Aisyah mewakili Provinsi Bengkulu untuk mengikuti lomba bercerita ke tingkat nasional yang di selenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, yang berlangsung mulai tanggal 2 dan hingga acara puncaknya sampai tanggal 6 September Tahun 2019 yang akan dihadiri oleh Presenter Ternama Najwa Syihab.
Kasubag perencanaan evaluasi dan pelaporan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Khairuddin.S.Sos mengatakan, awal lomba bercerita tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidiyah dilaksanakan mulai dari tingkat Kabupaten, kemudian kami memperoleh hasil lomba dari tingkat Kabupaten,dan hasil yang menang di tingkat Kabupaten kemudian dilombakan lagi ditingkat Provinsi. ”Nah untuk juara ditingkat Kabupaten dilombakan kembali di tingkat Provinsi dan dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu keluarlah pemenang juara 1,2 dan 3 serta juara Harapan”. ujarnya.
Setelah itu, Juara 1 yang menang di tingkat Provinsi itu, yang mewakili Provinsi Bengkulu ke tingkat Nasional, yang pada tahun ini dimenangkan oleh Kabupaten Bengkulu Tengah dari pelajar SD Negeri 1 Bengkulu Tengah atas nama Aisyah Nuraini Kharomah. “Awal mula aisyah mengikuti lomba bercerita dari tingkat Kabupaten, dari tingkat Kabupaten sudah mengantongi prestasi di beberapa perlombaan bercerita, kemudian lanjut ke tingkat Provinsi dan medapatkan juara ditahun ini.

Lanjutnya, sebelum diberangkatkan ke jakarta kemarin, Jumat (30/8/2019). aisyah juga sudah di uji dan di tes kemampuannya oleh para juri dan pelatihnya seminggu sebelum ia berangkat untuk mengikuti lomba di jakarta.Dan setelah hasil uji dan tes kemampuan, aisyah berhak dan layak untuk mengikuti diajang lomba bercerita di tingkat nasional yang di selenggarakan oleh Perpustakaan Nasional.
Khairuddin berharap, Aisyah dapat memenangkan lomba bercerita di tingkat Nasional tahun 2019 ini. “ Kami harap Aisyah dapat meraih juara di ajang lomba bercerita tingkat Nasional ini dan mengharumkan nama Provinsi Bengkulu”. Pungkas Khairuddin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu H. Meri Sasdi, M.Pd saat di wawancarai mengatakan, Lomba ini diadakan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan gemar membaca dan membangun karakter kecerdasan serta inovasi generasi muda dalam membangun bangsa. “Sebelumnya juga telah dilaksanakan lomba di tingkat kota/Kabupaten yang diikuti oleh seluruh perwakilan pelajar SD/MI sekabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.” ujar Meri Sasdi, Senin (2/9/2019).

Kemudian, juara dari seluruh perwakilan Sekabupaten diseleksi lagi ke tingkat Provinsi Bengkulu dan pemenangnya diraih oleh Pelajar asal SD Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Tengah, yaitu Aisyah Nuraini Kharomah sebagai juara I mewakili Provinsi Bengkulu untuk mengikuti lomba bercerita tingkat nasional di jakarta.
Lanjutnya, Harapannya Aisyah dapat menjadi juara mewakili Provinsi Bengkulu dalam lomba yang di selenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di jakarta. “ Harapan kita dia bisa meraih juara, saya juga melihat dari sosoknya, Aisyah anaknya memang memiliki talenta penjiwaan yang luar biasa, sebelum berangkat kemaren, dia telah dites oleh pembimbingnya dan dia sangat menjiwai dalam membawakan cerita tersebut. Jadi harapanya dia bisa juara.” Imbuh Meri Sasdi.
Dikatakan Meri, semua lomba-lomba yang diadakan tersebut, itu bagian dari sebuah motivasi kepada masyarakat agar betapa pentingnya kita memiliki motivasi minat baca yang tinggi, apalagi tentang perpustakaan dan bagaimana tenaga perpustakaan dan pustakawan juga memiliki kompetensi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu juga ada program besar dan Peraturan Gubernur (Pergub) nya sudah ada sedang di proses dan Gubernur Bengkulu sangat setuju sekali, yaitu adanya tindak lanjut dari Undang-Undang tentang perpustakaan itu, yaitu program satu Desa satu Perpustakaan dan berbasis Inklusi sosial.
“Nah ini, maka judulnya itu transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial, maksudnya yaitu, sesuai amanat Undang-undang, setiap desa dan kelurahan itu ada perpustakaan desa, nah perpustakaan desa itu harus kita transformasi menjadi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial maksudnya, perpustakaan itu menjadi sebuah kegiatan, pusat kegiatan didesa itu, apakah itu kegiatan pemuda,wanita tentang kerajinan, tentang pertanian dan tentang kegiatan karang taruna itu semua di pusatkan di perpustakaan itu.” jelas Meri Sasdi.
Sehingga, Lanjutnya, sebuah perpustakan itu dituntut memiliki kompetensi yang pengelolaan baik dan diharapkan di dukung dengan Dana Desa (DD) dan aturan tersebut ada. itu bisa di gunakan dari Dana Desa ya semua tergantung desa itu dukung atau tidak, Nah, maka untuk itu kita Backup dari Provinsi, "Kita dukung agar Kabupaten-kabupaten juga membackup itu, dan ini sebuah program yang menurut saya sangat bagus sekali untuk memberantas tentang ketertinggalan dan kurangnya minat baca karena kita tau bahwa membaca itu, adalah jendelanya dunia." Demikian Meri Sasdi.(***)


