Terkait Bantuan Covid-19 Tentang data BLT dan BST, Ini Penjelasan Dinsos Kaur
Kaur, Jurnalbengkulu.com - Data penerima bantuan BST yang di gelontor kan oleh kemensos pusat sering mengalami kecemburuan sosial oleh masyarakat. Pasalnya data yang dapat BST kurang tepat sasaran sehingga menuai berbagai persepsi. Padahal program ini di salurkan bagian untuk penanganan pandemi covid-19.
Namun Program kemendes dan kemesos ini data penerima manfat nya masih banyak menuai pertanyaan dari warga. Di sebab kan bantuan dari pusat itu penerima manfaat nya di duga belum tepat sasaran , misalnya data penerima manfaat Bantuan sosial Tunai (BST)
termasuk data BLT-DD, seolah-olah yang tidak menerima Bantuan tidak terdampak pandemi covid-19.Beberapa Warga yang yang sering bertanya melalui kepala desa Air Long kecamatan Maje, suryadi yang dapat di wawancari media, tentang Data penerima BLT-DD dan data BST, dari mana data itu dan bagaimana kerteria nya yang sebenar nya, kami masyarakat bingung, ini bantuan kemiskinan apa bantuan akibat covid-19 ucap nya. Kalau bantuan Covid-19 saya kira semua terdampak ucap nya ,jumat 15/05/2020.
Terkait banyaknya pertanyaan dari warga kepala dinsos kaur melalui kabid fakir miskin Dedi gufrizal,
"Bahwa BST adalah program Bantuan Sosial Tunai yg Timbul akibat bencana Covid 19. Sumber data dari Kab/kota se indonesia di sampaikan ke Pusdatin dan kemensos. Data yg sudah ada di kantor pos adalah penerima program BST yg sumber data bukan usulan kita. Karena banyak data yg tidak di usulkan oleh dinas ternyata dapat, untuk masalah itu wewenang pusdatin. Makanya perlu verifikasi ulang untuk mengetahui jumlah bantuan yg tepat sasaran dan tidak untuk di sandingkan dgn data BDT dan Non BDT yg sangat berhak atas bantuan BST. Dan juga agar desa desa juga dapat melangkah untuk melaksanaka BLT DD atas dasar masyarakat yg sudah dapat bantuan BST Kemensos" Ujar Gufrizal. (mrjhon)