Segera Dipulangkan, Pemprov Bengkulu Tanggung Biaya Pemulangan Korban TPPO di Kamboja
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya memberikan perlindungan dan penanganan maksimal terhadap empat warga Bengkulu yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Keempat korban tersebut yakni Deni Febriansyah, Ardi, Engga, dan Imron.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (02/02/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, unsur Polda Bengkulu, serta keluarga korban.
Dalam rapat tersebut, DPRD Provinsi Bengkulu juga melakukan panggilan video dengan para korban yang saat ini berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus mendengarkan langsung kronologis kejadian yang mereka alami.
Salah seorang korban, Deni Febriansyah, mengungkapkan bahwa dirinya bersama tiga rekannya awalnya ditawari pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji sebesar Rp12,8 juta per bulan. Namun setelah diberangkatkan, mereka justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja melakukan penipuan melalui judi online.
Selama berada di Kamboja, para korban mengaku paspor dan telepon genggam mereka disita. Mereka juga mengaku mengalami kekerasan karena tidak mampu memenuhi target pekerjaan yang diperintahkan.
Penjabat Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa Pemprov Bengkulu terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk KBRI, guna mempercepat proses pemulangan keempat warga Bengkulu tersebut. Ia memastikan biaya pemulangan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Baznas Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses pemulangan korban agar dapat berjalan lancar. Ia berharap keempat warga Bengkulu tersebut dapat segera kembali ke tanah air dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga.