Pemkot Bengkulu Pastikan Kesiapan Pembukaan Pusat Kuliner Belungguk Point, 141 UMKM Siap Berjualan
JurnalBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memastikan kesiapan pembukaan pusat kuliner Belungguk Point sebagai kawasan baru penggerak ekonomi masyarakat dan etalase produk UMKM lokal.
Hingga saat ini, tercatat 141 pelaku UMKM telah terverifikasi dan dinyatakan siap untuk menjajakan produk mereka di kawasan tersebut. Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib memenuhi persyaratan utama, yakni ber-KTP Kota Bengkulu, serta memenuhi standar kesehatan dan kualitas produk.
Kepala Dinas KUKM Kota Bengkulu, Nelawati, menyampaikan bahwa seluruh UMKM telah menandatangani komitmen bersama terkait keamanan pangan.
“Jumlahnya bertambah menjadi 141 pelaku UMKM. Syarat utama mereka harus ber-KTP Kota Bengkulu. Selain itu, kami menerapkan komitmen kesehatan, yakni produk wajib tanpa pengawet dan tidak menggunakan air mentah dalam proses pengolahannya. Mereka semua menyatakan siap,” ujar Nelawati dalam laporannya kepada Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.Menariknya, Belungguk Point akan menjadi kawasan kuliner yang menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh. Seluruh transaksi diwajibkan menggunakan QRIS, sejalan dengan visi menjadikan Belungguk Point sebagai “Kampung Digital” sekaligus mendukung gerakan non-tunai dan literasi keuangan digital bagi UMKM.
Sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Bengkulu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini memiliki tanggung jawab khusus dalam pembinaan UMKM yang berjualan di Belungguk Point, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan pemasaran.
Bahkan, guna menyukseskan program ini, seluruh ASN dan keluarga besar OPD diwajibkan hadir dan berbelanja di Belungguk Point sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM lokal.
Dengan konsep kuliner modern, higienis, dan berbasis digital, Belungguk Point diharapkan menjadi ikon baru Kota Bengkulu sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.