Pemkab Mukomuko Gelar Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Bencana
JurnalMukomuko - Pemerintah Kabupaten Mukomuko menggelar Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Bencana. Kegiatan ini digelar di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, Senin (27/11/2023).
Hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut Bupati Mukomuko, H. Sapuan, Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Jadul Iwan, Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, Camat Air Dikit, Iskameri dan tamu undangan lainnya.
Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Penguatan Kelembagaan Bencana Kabupaten Mukomuko tahun ini gelar selama 1 hari yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kalangan.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari di Desa Pondok Lunang, peserta ini berjumlah 25 orang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, organisasi PMI, PWI, organisasi Pramuka dan perwakilan dari desa tangguh bencana di daerah ini,”katanya.
Lanjutnya, seperti kita ketahui Kabupaten Mukomuko merupakan daerah yang berpotensi rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, abrasi, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan kebakaran rumah. Untuk itu dalam penggulangan bencana alam maupun non alam bukan hanya tugas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah,TNI,Polri, Basarnas maupun instansi terkait, namun kita harus menyadari bahwa pnggulangan bencanamerupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama.
“Kolaborasi dan sinergi dalam melakukan aktivitas pra bencana, penanganan bencana dan pasca bencana daerah merupakan tanggung jawab kita bersama,”jelas Ruri.
Ditambahkan Ruri bahwa tujuan dari sosialisasi penguatan kelembagaan Bencana ini yakni memperkuat kelembagaan bencana daerah Kabupaten Mukomuko, kemudian pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penaggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh untuk itulah melalui sosialisasi ini menjadi proses awal dalam melakukan kolaborasi, membangun solidaritas mensinergikan peluang dan tantangan penggulangan bencana di Kabupaten Mukomuko.
“Dan sebagai upaya penguatan fungsi BPBD difokuskan terutama pada aspek koordinasi antar lembaga secara vertikal maupun horizontal, dan melibatkan lembaga non pemerintah.
Intinya kita mengurangi resiko bencana harus bersama masyarakat tidak lagi menjadi objek tapi sekarang masyarakat menjadi subyek dalam pengurangan resiko,”demikian Ruri. *MC