Mbah Tukiyem Menangis Haru, Wali Kota Turun Tangan Usai Hak PKH Hilang Diduga Akibat Manipulasi KK
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Kisah pilu yang dialami Mbah Tukiyem, seorang lansia kurang mampu di Kota Bengkulu, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama sejumlah pejabat daerah mendatangi kediaman Mbah Tukiyem di Kecamatan Ratu Samban untuk memastikan hak-haknya dipulihkan.
Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Dedy Wahyudi didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, Kepala Dinas Sosial Afriyenita, Kepala Dinas Dukcapil Widodo, Camat Ratu Samban Novi Wahyudi, pimpinan Baznas, serta jajaran kelurahan setempat.
Mbah Tukiyem sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diketahui Kartu Keluarga (KK) miliknya ditumpangi nama anak seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Akibat perubahan data tersebut, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini menjadi penopang hidupnya terhenti.
Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Mbah Tukiyem.
"Kita datang ke rumah Mbah Tukiyem. Mbah ini yang kemarin sempat viral karena di KK-nya ditumpangi anak ASN, dampaknya hak PKH Mbah ini terhapus. Maka hari ini saya selaku Wali Kota meminta maaf kepada Mbah Tukiyem karena dampak dari KK yang ditumpangi tersebut PKH-nya diputus," ujar Dedy.
Menurut Dedy, Dinas Sosial telah bergerak cepat memproses pemulihan data agar bantuan yang menjadi hak Mbah Tukiyem dapat kembali diterima. Ia menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar pelayanan administrasi kependudukan dilakukan secara benar dan sesuai aturan.
Di hadapan Mbah Tukiyem, Dedy juga menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk membela hak masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
"Ini orang tua kita semua. Wali Kota insyaallah akan selalu berusaha membuat para lansia di kota ini bahagia. Mbah, sekarang bahagia tidak?" tanya Dedy.
Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Mbah Tukiyem menjawab singkat, "Bahagia."
Kasus ini tidak berhenti pada pemulihan bantuan sosial semata. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran yang terjadi.
Hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran administrasi dan disiplin ASN terkait pencantuman data dalam KK tanpa persetujuan Mbah Tukiyem. Dugaan pelanggaran tersebut melibatkan oknum Lurah Anggut Dalam.
"Ditemukan pelanggaran administrasi dan pelanggaran disiplin ASN karena lurah tersebut memasukkan data tanpa izin dari Mbah, sehingga berdampak pada hilangnya hak bantuan yang seharusnya diterima," tegas Dedy.
Sementara proses pemulihan data berlangsung, Pemerintah Kota Bengkulu memastikan kebutuhan dasar Mbah Tukiyem tetap terpenuhi. Bantuan darurat berupa sembako telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan Baznas Kota Bengkulu.
"Mbah tidak akan dibiarkan terlantar. Kerugian yang dialami sementara ini dibantu oleh Baznas dan Dinas Sosial. Kita kawal bersama agar bantuan PKH beliau segera aktif kembali," kata Dedy.
Kasus yang sempat menyita perhatian masyarakat ini menjadi pengingat pentingnya integritas dan ketelitian dalam pelayanan administrasi kependudukan. Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang merugikan masyarakat serta memastikan hak-hak warga terlindungi.