Ketua Komisi IV DPRD Prov Sebut Polemik Pildek Fakultas Hukum Akan Turunkan Kredibiltas UNIB
Jurnalbengkulu.com – Menanggapi Pemilihan Dekan Fakultas Hukum Periode 2023-2027 Universitas Bengkulu yang terjadi beberapa waktu lalù, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi sangat menýayangkan adanya dugaan polemik pemilihan Dekan fakultas Hukum Unib saat ini.
"Polemik pemilihan Dekan Fakultas Hukum itu ini tidak tepikir. Sebelumya pemilihan sudah digelar, nah kalau alasan pemilihan Dekan fakultas hukum kemarin cacat, tidak memenuhi calon minimal 3 orang, yang sangat kita sesalkan dan sayangkan, kenapa bisa digelar pemilihan," ? tanya Edwar.
Lebih jauh, Edwar mengungkapkan, apabila hal ini dipertontonkan (polemik) maka kedepan akàn menurunkan kredibilitas Universitas Bengkulu itu sendiri.
"Mereka ini kan orang intelektual bukan orang bodoh ngerti hukum aturan kalu ini di pamerkan ke permukaan ini akan mempermalukan UNIB. Apa yang di pertontonkan polemik ini akan menurunkan kredibilitas Unib itu seharusnya mereka memberikan contoh yang baik" Ketus Edwar
Diketahui Universitas Bengkulu menggelar pemilihan Dekan Fakultas Hukum Periode 2023-2027 pada 9 Oktober lalu yang dimenangkan oleh Dr. Yamani dan diduga dibatalkan.
Dalam surat Nomor 9813/UN30/KP/2023 Tanggapan Tentang Laporan Hasil Pildek FH Unib Periode 2023-2027 tersebut dijelaskan, nama Dr Yamani yang menang dalam pemilihan Dekan Unib 9 Oktober lalu tidak sesuai dengan statuta pemilihan dekan FH Unib
Hal ini terungkap setelah pengumuman penerimaan calon dekan kembali dibuka pada 18 November oleh Website resmi Unib. Dr. Yamani sebelumnya menjadi calon tunggal dengan 10 suara dari total 17 anggota senat dalam pemilihan sebelumnya.
Selanjutnya, pada tanggal 2 November lalu, Rektor Unib Retno Eka Putri mengeluarkan surat tanggapan terhadap laporan hasil pemilihan dekan yang disampaikan pada 10 Oktober oleh Senat. *Adv