Ini Laporan Isu Hoaks Harian Kemenkominfo RI
Jurnalbengkulu.com - Berikut rilis informasi berita hoax dan disinformasi di internet dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Subdit Pengendalian Konten Internet :
1. Munculnya Bara Api di Yaman
Penjelasan :
Beredar dua foto di media sosial dengan keterangan "Munculnya Bara Api di Yaman" disertai dengan narasi sebagai tanda -tanda akan kiamat.Faktanya, dua Foto itu bukan di Yaman, namun tepatnya di Gurun Karakun, Turkmenistan. Sejarahnya tahun 1971 ada upaya pengeboran untuk gas alam, tiba-tiba tanah yang digali runtuh, dan gas pun keluar menyebar. Untuk menghentikan penyebaran gas yang berbahaya, perusahaan membakar lubang tersebut, diperkirakan akan habis dalam beberapa hari, tapi setelah 40 tahun lebih lubang masih tetap menyala.
Link Counter:
https://turnbackhoax.id/2015/10/03/hoax-munculnya-bara-api-di-yaman/2. Broadcast Untuk Menghindari Mall Di Jakarta dan Surabaya
Penjelasan :
Beredar sebuah pesan berantai di media sosial whatsapp yang menyebutkan supaya masyarakat menghindari sejumlah mall di kawasan Jakarta dan Surabaya. Dalam pesan tersebut tercantum Badan Intelijen Negara (BIN) dan Densus 88 sebagai pemberi informasi.Setelah dilakukan penelusuran, faktanya dilansir dari kumparan.com pesan tersebut dibantah oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Beliau memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Argo menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh pada pesan-pesan yang tidak berdasar. Selain itu, Argo juga meminta masyarakat agar beraktivitas seperti biasa dan melapor ke polisi jika menemukan hal yang janggal.
Link Counter:
https://kumparan.com/@kumparannews/polda-metro-pastikan-broadcast-berisi-hindari-maladalah-hoaks
https://www.merdeka.com/cek-fakta/polisi-sebut-broadcast-hindari-mall-di-jakarta-dan-sura
baya-hoaks.html
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/14/13153041/hoaks-pusat-perbelanjaan-di-jakarta-dan-surabaya-terancam-bom?page=4
http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/14/beredar-pesan-berantai-imbauan-hindari-tempat-perbelanjaan-polisi-pastikan-itu-hoaks3. Mendapat Gelontoran Dana Dari Kaum Yahudi
Penjelasan :
Telah beredar di media sosial facebook tentang capres Jokowi mengajarkan minta-minta untuk cari anggaran. Capres yang mendapatkan gelontoran dana dari kaum Yahudi.Faktanya Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima bantuan dana asing untuk dana persiapan kepentingan Pemilihan Presiden 2019. Joko Widodo (Jokowi), mengklaim tak memiliki uang sehingga tak bisa ikut mengeluarkan 'fulus' untuk acara yang digagas para relawan. Jokowi menyadari biaya untuk mengikuti pemilihan presiden 2019 sangat mahal, meski tak menyebutkan angka pasti biaya tersebut.
Link Counter:
https://www.merdeka.com/politik/buka-rekening-sumbangan-kampanye-tim-bendahara-jokowi-akui-bidik-taipan.html
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190203203126-32-366137/jokowi-saya-enggakpunya-uang-untuk-pilpres-2019
https://akurat.co/news/id-584947-read-tkn-jokowimaruf-tegaskan-tak-pernah-terima-sumbangan-asing-untuk-dana-pilpres4. Ketua KPU Cium Tangan OSO
Penjelasan :
Beredar foto Ketua KPU Arief Budiman mencium tangan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) di berbagai sosial media.Mengenai foto yang beredar, Ketua KPU Arief Budiman memberikan klarifikasi terhadapfoto tersebut. Menurut Arief ia tidak melakukan cium tangan kepada ketua Umum Partai Hanura. Memang benar ia bersalaman dengan OSO namun ia menilai jabat tangan tersebut bukan dalam rangka menegaskan sikap tertentu. Dilansir dari Republika.co.id, Arief Budiman yang diwawancarai menegaskan bahwa ia salaman dengan siapapun seperti itu, tidak berlebihan dan itu biasa apalagi dengan yang lebih senior.
Link Counter:
https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/02/13/pmuvow409-ketua-kpu-jelaskanfoto-viral-dirinya-cium-tangan-oso
https://www.beritasatu.com/politik/537859/salaman-dan-seperti-cium-tangan-oso-ini-penjelasan-ketua-kpu
https://news.detik.com/berita/d-4426491/ketua-kpu-tanggapi-foto-salaman-dengan-oso-yang-viral5. Pesan Telak Kopassus Untuk PKI
Penjelasan :
Beredar di sosial media facebook sebuah unggahan mengenai pesan dari kopassus kepada PKI yang mulai bangkit.Dilansir dari detiknews.com Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Tri Hadimatoyo menyatakan pesan tersebut adalah hoaks dan bukan dari Kopassus. Tri menegaskan Kopassus tidak pernah mengeluarkan WA, Telegram dan sebagainya. Menurutnya pesan tersebut dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia juga mengatakan bahwa kopassus memiliki media sosial resmi yang segala sesuatu terkait Kopassus akan disampaikan di media tersebut.
Link Counter:
https://news.detik.com/berita/d-3661706/kopassus-broadcast-pesan-telak-dari-kopassus-hoax6. Hanya di Era Jokowi yang Mampu Membelah Gunung di Papua
Penjelasan :
Beredar postingan di media sosial yang menampilkan foto jalanan di papua dengan menyertakan narasi bahwa "hanya di era Jokowi yang mampu membelah gunung di Papua".Setelah melakukan penelusuran, foto tersebut bukanlah foto jalanan di Papua, melainkan di Negara Australia dengan nama Kangoro Island.
Link Counter:
https://turnbackhoax.id/2016/02/08/hoax-foto-jalanan-di-papua/7. Video Viral Seorang Pria Dilemparkan Menggunakan Ketapel Besar Dari Atas Gedung
Penjelasan:
Beredar sebuah video klip yang memperlihatkan tiga orang pria dan satu orang dilemparkan dari atas gedung pencakar langit dengan menggunakan ketapel besar dengan target pendaratan menggunakan jaring pengaman diatas gedung lainnya, tetapi nampaknya ada yang tidak beres hingga klip video langsung dihentikan.Faktanya video itu diciptakan oleh sebuah perusahaan transportasi di Dubai dan dibagikan di media sosial. Video tersebut merupakan hasil editing olah digital CGI yang dibuat dengan tujuan viral marketing. Bahkan pihak perusahaan transportasi pembuat video, Careem, menyatakan mereka mengupload video asli di Twitter dengan versi durasi lebih panjang, di akhir video nampak si pria mendarat di atas kolam renang.
Link Counter:
https://twitter.com/i/status/7778339863914086408. Istri Indro Warkop Meninggal Karena Menjadi Perokok Pasif
Penjelasan:
Beredar meme yang menampilkan wajah pelawak kawakan Indro Warkop beserta quote “Kebodohan Terbesar yang Pernah Saya Lakukan Adalah Merokok”.Faktanya melalui akun instagramnya (@indrowarkop_asli), Indro Warkop meluruskan bahwa meme “Kebodohan Terbesar yang Pernah Saya Lakukan Adalah Merokok” yang kemudian dikaitkan dengan kematian istrinya sebagai perokok pasif merupakan informasi keliru.
Link Counter:
https://www.mafindo.com/2018/10/salah-istri-indro-warkop-meninggal.html
https://www.instagram.com/p/Bpa31a7hpfw/?utm_source=ig_embed9. Benarkah KPU Umumkan Semua Provinsi Dikuasai Prabowo?
Penjelasan:
Beredar informasi di media sosial, melalui akun Setiawan Roni di grup Sahabat Prabowo menyebutkan bahwa Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menguasai perolehan suara di seluruh provinsi di Indonesia.Faktanya,gambar yang beredar di media sosial itu berasal dari Berita Satu TV edisi 17 April 2019 dalam acara “2019 Pemilu Damai” yang ditayangkan secara live. Rekaman video berdurasi 11 menit 16 detik itu bisa disimak dalam channel Berita Satu di YouTube. Saat itu konferensi pers KPU Pusat pasca pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019. Dalam acara tersebut, Ketua KPU Arief Budiman, antara lain menjelaskan mengenai 0,28 persen TPS yang tidak bisa melaksanakan pemungutan suara pada 17 April karena keterlambatan logistik dan bencana alam, tingkat partisipasi pemilih, perkembangan real count di Situng KPU, dan petugas KPPS yang meninggal dunia.
Link Counter:
https://cekfakta.tempo.co/fakta/276/fakta-atau-hoaks-benarkah-kpu-umumkan-semua-provinsi-dikuasai-prabowo10. Ditemukannya Senyawa Kimia Pemusnah Massal pada 573 KPPS yang Meninggal Dunia
Penjelasan:
Ratusan anggota KPPS yang meninggal dunia, terhitung sejak pilpres 17 April 2019 lalu hingga masa rekapitulasi suara menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang menuding jika sekian banyak anggota KPPS yang meninggal tersebut telah diracun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Baru-baru ini sebuah unggahan berbentuk foto tangkapan layar sebuah artikel dari situs tamsh-news.com beredar di media sosial. Foto tersebut berisi informasi dan klaim telah ditemukan senyawa kimia pemusnah massal pada tubuh 573 anggota KPPS yang meninggal dunia. Tercantum jelas nama dr Ani Hasibuan dalam judul artikel terkait.
Faktanya hingga saat ini belum ada pembuktian (pemeriksaan) medis atau pun pernyataan resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) terkait salah atau benarnya kabar tersebut. Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, menyayangkan informasi yang menyebut ada petugas pemilu yang meninggal karena diracun. Sejauh ini diketahui anggota KPPS yang meninggal maupun sakit sebagian besar disebabkan karena kelelahan dan kecelakaan.Link Counter:
https://nasional.kompas.com/read/2019/04/25/20410841/kpu-hingga-kamis-anggota-kppsmeninggal-225-orang-1470-sakit
https://news.detik.com/berita/d-4542025/idi-soal-kpps-meninggal-jangan-menduga-duga-jika-ada-kecurigaan-laporkan
https://www.msn.com/id-id/berita/pemilu/kpu-bantah-informasi-kpps-wafat-karena-diracun11. Mendengarkan Musik Klasik Dapat Meningkatkan Kepintaran
Penjelasan:
Didasari oleh sebuah penelitian yang menunjukan bahwa mendengarkan musik klasik seperti musik karya Mozart, dapat meningkatkan kemampuan otak. Hingga kini banyak orang yang masih mempercayai hal tersebut.Faktanya penelitian ini tidak memberikan hasil yang akurat. Dampak mendengarkan musik klasik terhadap peningkatan kemampuan otak hanya berlangsung sangat sebentar dan setelah itu akan kembali seperti semula. Selain musik klasik, penelitian juga menemukan bahwa genre musik pop dapat memberikan dampak yang sama, dan bahkan lebih tinggi dibanding musik klasik.
Link Counter:
https://www.idntimes.com/science/discovery/putri-wahyudewi/8-mitos-tentang-otak-yang-sering-dipercaya-mentah-mentah/full
https://www.youtube.com/watch?v=qpb9pFRCfpc(Rilis)