Tuntaskan Pembangunan DD Tahap Tiga, Kades Air Hitam Ajak Masyarakat Rawat Bersama
Mukomuko - Pemerintah Desa Air hitam, Kecamatan Pondok suguh, kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu, telah menuntaskan fisik Dana Desa (DD) tahap III dengan dua titik Bangunan berupa pengoralan Jalan Usaha Tani (JUT). Berlokasi di Dusun II. Panjang 1050 meter, titik ke satu 500 meter dan titik ke dua 550 meter dan sekaligus penyekrapan jalan usaha tani ( HUT) 600 meter, dan galian dranase sepanjang 600 meter. Sumbar anggaran DD tahap III, tahun 2023, dan telah dilakukan serah terima. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyerahkan kepada pemerintah desa. Dilanjutkan dari pemerintah Desa kepada masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kamis 09/11/2023.
Serah terima bangunan dihadiri Camat Pondok Suguh di wakili oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kecamatan Pondok suguh, Kades, Pendamping Desa (PD), PDTI, Dan Juga di hadiri Babinsa, bhabinkamtibmas, BPD, dan ketua Rt, TPK, serta perwakilan masyarakat. Bertempat di Aula kantor desa Air hitam.
Kades Air hitam, Wijianto, dalam sambutannya menyampaikan, sebelum dilakukan serah terima, lebih dulu dilakukan opname. Opname melibatkan pendamping desa, BPD, TPK. Masukan saran, dari tim opname telah dilakukan. Dengan demikian, fisik sudah sesuai dengan spesifikasi yang ada.
‘’Sebelum serah terima, fisik sudah diopname dan telah dilakukan perbaikan sesuai arahan tim opname,’’ ujar Wiji.
Wijianto juga mengajak segenap warga Air hitam, untuk sama-sama menjaga dan merawat bangunan ini. Pembangunan jalan ini menggunakan dana pemerintah yang tidak sedikit. Ratusan juta. Jalan usaha tani di Air hitam ini, terus bertambah. Jika pemeliharaan diserahkan kepada pemerintah desa, tidak akan sanggup, maka dari itu, mari kita jaga kekompakan dan kerjasama yang solid, karena kita bersama lah yang akan bisa merawat nya. Terang Wiji.
‘’Jalan yang sudah dibangun ini, mari kita jaga dan rawat bersama,’’ ajak kades.
Kades wijianto juga menyapaikan, Desa Air hitam ini desa penghasil sawit cukup lumayan besar. Ribuan ton sawit dihasilkan setiap bulannya. Jalan menjadi pendukung utama kelancaran aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan jalan usaha tani, menjadi prioritas kita semua, maka dari itulah masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Cara yang paling mudah adalah, tidak membawa sawit yang melebihi kemampuan jalan. Terang wiji.
Wijianto selaku kades Air hitam juga menghimbau ‘’Untuk kawan-kawan toke sawit, agar tidak membawa Mobil nya yang ber muatan yang kapasitasnya melebihi kemampuan jalan,’ agar jalan usaha tani kita tahan lama, tutup wiji. (Rudi)