Ormas Gerakan Rakyat Resmi Bertransformasi Jadi Partai Politik, Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD
JurnalBengkulu.com, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. Perubahan status tersebut diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam forum nasional itu, Partai Gerakan Rakyat secara tegas menyatakan sikap menolak wacana penunjukan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Partai ini menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebagai bentuk penguatan demokrasi.
Rakernas Partai Gerakan Rakyat dibuka secara resmi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon Presiden pada Pilpres 2024, Anies Baswedan. Kehadiran Anies menandai keterlibatannya untuk pertama kali dalam agenda nasional organisasi yang kini bertransformasi menjadi partai politik tersebut.
Selain Anies, acara peresmian turut dihadiri sejumlah loyalis dan tokoh yang sebelumnya tergabung dalam Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) pada Pilpres 2024. Tampak hadir Kapten Timnas AMIN Muhammad Syaugi Alaydrus, Deputi Disabilitas Surya Tjandra, mantan Dewan Pakar Timnas AMIN Saut Situmorang, serta Juru Bicara Timnas AMIN, Sulfikar Amir.
Rakernas ini menjadi momentum awal bagi Partai Gerakan Rakyat untuk memantapkan arah perjuangan politik, struktur organisasi, serta sikap ideologis partai dalam menghadapi dinamika demokrasi nasional ke depan.