Mengkhawatirkan Aktivitas Belajar Mengajar, Bangunan SDN 02 Teramang Jaya Terancam Ambruk
Mukomuko — Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri 02 Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Atap dan plafon Tiga ruang kelas yang lapuk dan berlubang mengancam keselamatan ratusan siswa dan tenaga pengajar.
Setiap hari, proses belajar mengajar berlangsung di ruang kelas yang rawan ambruk dan sebagian udah ambruk, Saat hujan turun, air merembes dari berbagai titik kebocoran, memaksa siswa dan guru berpindah-pindah mencari tempat kering. Beberapa bagian plafon bahkan telah runtuh.
“Kalau hujan, anak-anak lari ke sudut-sudut kelas supaya tidak kehujanan. Tapi lama-lama tetap basah juga,” ungkap kepala sekolah candra.
"Pihak sekolah menduga kuat, kerusakan terjadi akibat struktur kayu plafon yang lapuk dan dimakan rayap. Tak hanya di ruang kelas saja, bagian belakang sekolah juga mengalami kerusakan serupa. Menurut Kepsek SdN 02 Candra Alfian ketika di konfirmasi awak media, kondisi hampir seluruh ruang kelas saat ini mengkhawatirkan dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Sekarang udah Tiga ruang kelas yang rubuh tetapi kayaknya rayap sudah menyebar ke ruang sebelah, di atas ini kan rangkanya dari kayu jadi rayap mungkin sudah ada di ruangan sebelah juga,” ucapnya.
Kepala Desa setempat Fendrianto dan pihak sekolah mengaku telah beberapa kali melaporkan kondisi ini kepada pemerintah setempat, namun belum ada perbaikan hingga kini, tuturnya.
"Kondisi ini menyoroti kesenjangan pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah Kabupaten Mukomuko. Meski menjadi fasilitas dasar, bangunan sekolah tersebut terabaikan bertahun-tahun.
SD Negeri 02 Teramang Jaya merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang sudah berdiri cukup lama di wilayah Kecamatan Teramang Jaya. Beberapa bagian bangunan tercatat belum pernah mengalami renovasi, besar selama bangunan tersebut di perkirakan lebih dari 13 tahun terakhir. Kondisi ini memicu kecemasan dari orangtua siswa dan para guru, Mereka menilai, keselamatan anak-anak sangat penting dalam belajar, terutama dalam ngajar mengajar dan kami meminta pemerintah segera bertindak sebelum terlambat, harapnya Kades.
" Kades Bunga Tanjung Fendrianto juga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan melakukan rehabilitasi. Mereka menilai keselamatan dan kenyamanan siswa seharusnya menjadi prioritas, apalagi sekolah merupakan tempat lahirnya masa depan bangsa, tutupnya. (Rudi)