Edwar Samsi : Budaya Gotong Royong Harus Dilestarikan Untuk Persatukan Masyarakat
Jurnalbengkulu.com - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi turut menghadiri upacara bendera merah putih di Sengkuang, Kepahiang pada Agustus lalu.
Edwar sangat antusias melihat kemeriahan upacara bendera merah putih yang dilakukan oleh 8 Desa di Sengkuang, Kabawetan Kepahiang.
"Kegiatan euforia kemerdekaan Republik Indonesia di sesenggukan ini, sudah ada sejak lama, saat zaman transmigrasi lalu tahun 1950-an lalu di zaman Soekarno," ungkap Edwar Samsi.
Lanjut Edwar, setiap tahun Desa sesenggukan ini, yang berada di Kecamatan Kabawetan merayakan kemerdekaan Republik Indonesia selalu berkumpul dan merayakannya bersama-sama. Hal ini yang menjadi budaya masyarakat disini, dimana menunjukkan kemeriahan dan antusias dalam merayakan kemerdekaan RI.
"Budaya Gotongroyong ini harus selalu dilestarikan oleh masyarakat ini, karena gotong royong ini yang dapat mempersatukan masyarakat," tuturnya.
Setiap tahunnya mereka bergabung, secara bergantian menjadi petugas upacara bendera Merah putih. Dalam upacara yang dilakukan ini, melibatkan setiap lapisan masyarakat, mulai dari anak muda dan orang dewasa berkumpul.
"Ini yang menjadi daya tarik semua budaya yang ada berkumpul di sengkuang ini," jelasnya.
Penampilan yang diperlihatkan dalam upacara bendera ini, baik penampilan kuda kepang atau kuda lumping. Konvoi dengan kostum yang unik-unik dari masyarakat, lalu pawai kendaraan yang didandani menjadi kendaraan tempur.
"Kita harus bersyukur dengan euforia dari masyarakat yang merayakan kemerdekaan ini," tutupnya. *Adv