Pulau Tikus Mengecil

By on May 29, 2013
pulau tikus1

BENGKULU,JB- Berdasarkan pemantauan langsung ke pulau tikus Bengkulu pada hari Sabtu (25/5)lalu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Bengkulu ( WALHI ) Bengkulu. Melaporkan bahwa luas Pulau Tikus semakin berkurang.
Beni Ardiansyah, Sip. Ketua Walhi mengungkapkan bahwa data ini mereka dapatkan dari laporan bapak Gultom Penjaga Menara Suar diwilayah Pulau Tikus yang menyampaikan bahwa Luas ukuran Pulau tikus sekarang sekitar 8.180 Meter Persegi, Dari awal nya 2 hektar pada tahun Tahun 2012 dengan catatan Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Periok.
“Itu sangat jauh sekali penyusutan dari tahun sebelum nya, kerusakan pulau tikus semakin lama semakin parah, dikarenakan tingginya tingkat abrasi mengancam keberadaan pulau tikus tersebut. Menumbangkan puluhan pohon kelapa, cemara dan ketaping,”Ujarnya.
Bagian yang paling menyusut adalah diwilayah timur pulau, Wilayah timur pulau sangat parah, sehingga rumah penjaga suar dan menara terpaksa dipindahkan ke wilayah barat, dulunya terdapat lima bangunan penjaga mercusuar juga sudah lebih dari dua kali berpindah tempat akibat abrasi. Dan juga di keliling pulau tikus terumbuh karang sudah mati ekosistem nya, karena dampak muat batu bara, sehingga sisa-sisa batu bara menutup terumbuh karang, dan hancurnya terumbuh karang karena tergilas dari kapal-kapal tongkan. Sehingga mengakibatkan kenyamanan dari ikan laut dari rumah mereka telah rusak dan hancur diakibatkan dari muat batu bara tahun lalu.
Walhi Bengkulu mendesak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah khusunya provinsi Bengkulu, untuk mengambil sikap secepatnya, pulau tikus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, semakin lama semakin berkurangnya luas wilayah pulau tikus sampai-sampai hilangnya pulau yang sangat indah tersebut.
“Kita meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah khusunya provinsi Bengkulu, untuk mengambil sikap secepatnya, pulau tikus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, semakin lama semakin berkurangnya luas wilayah pulau tikus sampai-sampai hilangnya pulau yang sangat indah tersebut,”Pungkasnya.
Sebelumnya pada juli 2012 Plt Gubernur Bengkulu mengeluarkan surat penghentian muat batu bara di sekitar pulau tikus, dengan surat No.552.3/245/Dishub pada 18 Juli 2012 tentang penghentian kegiatan muat batu bara di perairan Pulau tikus. Dalam surat itu, pengusaha angkutan batu bara diminta segera menghentikan aktivitas di sekitar perairan pulau itu mulai 26 Agustus 2012.
“Memang dengan surat plt gubernur Bengkulu pihak perusahan batu bara dan pemilik kapal tidak lagi beroperasi di sekita pulau tikus, Apakah dengan demikian, Dengan abrasi yang mengakibatkan berkurang nya luas wilayah pulau tikus dan hancurnya terumbuh karang disekitar pulau tersebut, ini semua di akibatkan dari muat batu bara dari kapal tongkang ke kapal induk pengangkut batu bara, karena dengan hancur nya terumbuh karang tidak ada lagi penahan ombak. Tidak bisa di biarkan begitu saja dari pihak perusahan batu bara dan pemilik kapal tersebut, harus tanggung jawab dengan kondisi pulau tikus saat ini,”sampai Feri Vandalis selaku Kepala Bidang Pesisir dan Tambang
Walhi memberikan solusi untuk penyelamatan pulau tikus dengan membuat beronjong keliling wilayah pulau tikus untuk penahan ombak, dan dibangun pelabuhan tempat kapal khusus bagi yang mau berwisata ke pulau tikus, agar pulau tikus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa menghasilkan PAD Daerah khususnya provinsi Bengkulu. Dan juga ada pengawasan rutin untuk mencegah para nelayan menggunakan alat-alat tembak dan tawas mencari ikan, karena merusak ekosistem ikan disekitar pulau tikus, dan juga untuk mengatisipasi jangan terulang lagi kapal-kapal pengangkut muat batu baru di sekitar pulau tikus lagi.(Cy*)

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>